Kamis, 19 Februari 2015

Kisah Ahli Ibadah yang Ibunya Kecewa


Juraij adalah seorang laki-laki ahli Ibadah, dia membangun sendiri tempat ibadahnya. Ceritanya, pada suatu hari di saat ia sedang solat ibunya memanggil, 'Wahai Juraij.' Juraij berkata, 'Ya Rabbi, apakah akan saya jawab panggilan ibuku atau aku meneruskan solatku?' Juraij meneruskan solatnya. Lalu ibunya pergi.

Keesokan harinya, Ibu Juraij datang ketika ia sedang solat lagi. Sang Ibu memanggil, 'Wahai Juraij!' Juraij mengadukan kepada Allah, 'Ya Rabbi, aku memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan solatku?' Ia meneruskan solatnya. Lalu ibunya pergi meninggalkan Juraij.

Pada pagi hari Ibu Juraij datang lagi, ketika itu Juraij sedang solat. Sang Ibu memanggil, 'Wahai Juraij!' Juraij berkata, 'Ya Rabbi, aku memenuhi panggilan ibuku terlebih dahulu atau meneruskan solatku?' Tetapi Juraij meneruskan solatnya.
Lalu Ibu Juraij bersumpah, 'Ya Allah, janganlah Engkau matikan dia, sehingga ia melihat pelacur!'
Orang-orang Bani Israil menyebut-nyebut ketekunan ibadah Juraij.

Dan tersebutlah dari mereka seorang pelacur yang sangat cantik berkata, 'Jika kalian menghendaki, aku akan memberinya fitnah.'
Perempuan tersebut lalu mendatangi Juraij dan menggodanya. Tetapi Juraij tidak memperdulikannya. Lalu pelacur tersebut mendatangi seorang penggembala yang sedang berteduh di dekat tempat ibadah Juraij. Akhirnya ia berzina dan hamil.

Tatkala ia melahirkan seorang bayi. Orang-orang bertanya, 'Bayi ini hasil perbuatan siapa?' Pelacur itu menjawab, 'Juraij'. Maka mereka mendatangi Juraij dan memaksanya keluar dari tempat ibadahnya. Selanjutnya mereka memukuli Juraij, mencaci maki dan merobohkan tempat ibadahnya.
Juraij bertanya, 'Ada apa ini, mengapa kalian perlakukan aku seperti ini?.' Mereka menjawab, 'Engkau telah berzina dengan pelacur ini, sehingga ia melahirkan seorang bayi.' Ia bertanya, 'Di mana sekarang bayi itu?' Kemudian mereka datang membawa bayi tersebut.

Juraij berkata, 'Berilah aku kesempatan untuk mengerjakan solat!' Lalu Juraij solat. Selesai solat Juraij menghampiri sang bayi lalu mencoleknya di perutnya seraya bertanya, 'Wahai bayi, siapakah ayahmu?' Sang bayi menjawab, 'Ayahku adalah seorang penggembala.'

Serta merta orang-orang pun berhambur, menciumi dan meminta maaf kepada Juraij. Mereka berkata, 'Kami akan membangun kembali tempat ibadah untukmu dari emas!' Juraij menjawab, 'Jangan! Cukup dari tanah saja sebagaimana semula.' Mereka lalu membangun tempat ibadah sebagaimana yang dikehendaki Juraij.

Ahli Ibadah dengan Syetan

 Pada zaman dahulu kala ada seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil, sebut saja dia abid (ahli ibadah). Suatu hari ia didatangi oleh beberapa orang untuk mengadukan tentang kebiasaan yang ada di sekitar tempat tinggal si abid. Mereka mengatakan bahwa ada suatu kaum yang menyembah sebatang pohon.
Mendengar hal itu si abid sangat marah dan segera mendatangi pohon sesembahan itu untuk ditebang dengan membawa sebilah kapak. Di tengah perjalanan, ia dihadang oleh seorang tua yang sebenarnya adalah setan yang menyamar.
"Hendak kemanakah engkau?" tanya setan.
"Aku hendak menebang sebuah pohon yang dijadikan sesembahan oleh orang-orang." jawab si abid.
"Untuk apa kau lakukan itu? Kau tinggalkan ibadahmu untuk melakukan perbuatan yang sia-sia. Bukankah lebih baik kau teruskan ibadahmu saja?" rayu setan.
"Ini juga ibadah." kata si abid tegas.
"Tak akan kubiarkan kau menebang pohon itu." kata setan.
Terjadilah perkelahian antara si abid dan setan yang dimenangkan oleh si abid. Ia berhasil menjatuhkan setan dan menduduki dadanya. Dalam keadaan seperti itu, setan berusaha membujuk si abid, "Tolong dengarkan aku dulu!"
Si abid pun melepaskannya.
"Bukankah Allah tidak mewajibkanmu menebang pohon itu? Pohon itu tak mengganggu ibadahmu dan kau juga tak menyembahnya. Allah juga telah mengutus para nabi, jika Dia menghendaki pasti Dia memerintahkan para nabi untuk menebangnya." kata setan.
"Apapun yang kamu katakan aku akan tetap menebangnya." tegas si abid.
Perkelahian pun kembali terjadi dan si abid tetap dapat mengalahkan setan. Namun setan masih tetap berusaha membujuk si abid, "Dengarkan kata-kata terakhirku, aku akan memberikan penawaran yang menguntungkan bagimu."
"Katakan!" ucap si abid.
Setan mulai melancarkan bujuk rayunya, "Kau adalah orang miskin dan menjadi beban masyarakat. Jika kau biarkan saja pohon itu, kau akan kuberi 3 dinar uang emas setiap hari yang akan kau dapatkan di bawah bantalmu setiap pagi. Kau bisa gunakan uang itu untuk memenuhi segala kebutuhanmu dan keluargamu. Kau juga dapat menolong fakir miskin dan juga menggunakannya untuk mengerjakan amal baik lainnya.
Jika kau tetap akan menebang pohon itu, kau hanya akan mendapat satu pahala. Dan para penyembah pohon itu pasti akan mencari pohon lain."
Mendengar bujukan manis setan itu, hati si abid merasa tergiur dan akhirnya menerima tawaran itu.
Sesuai perjanjian, si abid memperoleh uang 3 dinar pada dua pagi berturut-turut. Namun pada hari berikutnya, ia tak mendapatkan uang lagi. Ia pun marah lalu mengambil kapak dan menuju pohon tadi.
Setan kembali menghadangnya dengan menyamar sebagai orang tua dan bertanya, "Kau hendak kemana?"
"Aku hendak pergi menebang pohon itu." jawab si abid.
"Kau tidak akan mampu menebang pohon itu." ucap setan.
Lalu mereka berkelahi dan ternyata setan berhasil mengalahkan si abid. Si abid pun heran dan bertanya, "Beberapa hari lalu aku bisa mengalahkanmu, kenapa hari ini kau yang mengalahkanku?"
"Kemarin kau bisa mengalahkanku karena kau berjuang semata-mata karena Allah. Tapi sekarang kau berjuang demi uang, karena itulah aku bisa mengalahkanmu." jawab setan.

Kisah Inspiratif : Wanita dan Pengemis


Hasil gambar untuk gambar pengemis mengetuk pintu

Suatu hari, sepasang suami istri sedang makan di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan si pengemis itu, si istri merasa terharu dan bermaksud memberikan sesuatu.

Tetapi sebagai seorang wanita baik dan patuh pada suaminya, ia meminta izin terlebih dahulu, "Suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu?"

Rupanya sang suami memiliki karakter yang berbeda dgn wanita ini. Dgn suara lantang dan kasar, ia menjawab, "Jangan! Usir saja, dan tutup pintu!"

Wanita berhati baik ini terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada si pengemis tadi. Seiring berjalannya waktu, lelaki ini bangkrut, kekayaannya habis, dan ia menanggung banyak hutang. Selain itu, karena ketidak bersesuaian sifat dengan istrinya, rumah tangganya tidak aman dan diakhiri dengan perceraian.

Beberapa tahun kemudian bekas istri lelaki bangkrut itu menikah lagi dengan seorang saudagar di kota dan hidup berbahagia. Pada suatu hari, ketika wanita itu sedang makan dengan suami barunya, tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintu dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah pengemis yang keadaanya membuat hati wanita tadi terharu. Ia pun berkata kepada suaminya, "Suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?"

"Ya, beri pengemis itu makan sayang!"

Setelah memberi makanan kepada pengemis itu, istrinya masuk ke dalam rumah sambil menangis. Dengan rasa heran suaminya bertanya, "Mengapa kau menangis? Apakah karna aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?"

Wanita itu menggeleng lemah, lalu berkata dengan sedih, "suamiku, aku sedih dengan perjalanan takdir yang sungguh menakjubkan. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada di luar itu? Dia adalah suamiku yang pertama."

Mendengar keterangan ini, sang suami sedikit terkejut, tapi segera balik bertanya, "Taukah kau siapakah aku yang kini menjadi suamimu ini? Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!?"

Tanamlah banyak kebaikan selagi ada kesempatan agar berbuah manis pada suatu hari...

Rabu, 18 Februari 2015

Cerita Rakyat : Malin Kundang


Dahulu kala, tersebutlah sebuah keluarga miskin yang terdiri dari seorang ibu dan anaknya yang bernama Malin Kundang. Karena ayahnya telah meninggalkannya, sang ibu pun harus bekerja keras sendiri untuk bisa menghidupi keluarganya.
Malin adalah anak yang pintar tapi sedikit nakal. Ketika dia beranjak dewasa, Malin merasa kasihan pada ibunya yang sedari dulu bekerja keras menghidupinya. Kemudian Malin meminta izin untuk merantau mencari pekerjaan di kota besar.
“Bu, saya ingin pergi ke kota. Saya ingin kerja untuk bisa bantu ibu di sini.” pinta Malin.
“Jangan tinggalkan ibu sendiri, nak. Ibu hanya punya kamu di sini.” kata sang ibu menolak.
“Izinkan saya pergi, bu. Saya kasihan melihat ibu terus bekerja sampai sekarang.” kata Malin.
“Baiklah nak, tapi ingat jangan lupakan ibu dan desa ini ketika kamu sukses di sana” Ujar sang ibu berlinang ari mata.
Keesokan harinya Malin pergi ke kota besar dengan menggunakan sebuah kapal. Setelah beberapa tahun bekerja keras, dia berhasil di kota rantauannya. Malin sekarang menjadi orang kaya yang bahkan mempunyai banyak kapal dagang. Dan Malin pun sudah menikah dengan wanita cantik di sana. Berita tentang Malin yang menjadi orang kaya sampai lah ke ibunya. Sang ibu sangat senang mendengarnya. Dia selalu menunggu di pantai setiap hari, berharap anak si mata wayangnya kembali dan mengangkat drajat ibunya. Tetapi Malin tak pernah datang.
Suatu hari istiri Malin bertanya mengenai ibu Malin dan ingin bertemu dengan nya. Malin pun tidak bisa menolak keinginan istri yang sangat dicintainya itu. Malin menyiapkan perjalanannya tersebut menuju desanya menggunakan sebuah kapal pribadinya yang besar nan cantik. Akhirnya Malin pun datang ke desanya beserta istri dan anak buahnya.
Mendengar kedatangan Malin, sang ibu merasa sangat gembira. Dia bahkan berlari menuju pantai untuk segera melihat anak yang disayanginya pulang.
“Apa itu kamu Malin, anak ku? Ini ibu mu, kamu ingat” Tanya sang Ibu.
"Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirim kabar?" Katanya sambil memeluk Malin Kundang.
Sang istri yang terkejut melihat kenyataan bahwa wanita tua, bau, dekil yang memeluk suaminya, berkata:
"Jadi wanita tua, bau, dekil ini adalah ibu kamu, Malin"
Karena rasa malu, Malin Kundang pun segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga jatuh.
“Saya tidak kenal kamu wanita tua miskin” kata Malin.
"Dasar wanita tua tak tahu diri, Sembarang saja mengaku sebagai ibuku." Lanjut Malin membentak.
Mendengar perkataan anak kandungnya seperti itu, sang ibu merasa sedih dan marah. Ia tidak menduga, anak yang sangat disayanginya berubah menjadi anak durhaka.
"Oh Tuhan ku yang kuasa, jika dia adalah benar anak ku, Saya mohon berikan azab padanya dan rubah lah dia jadi batu." doa sang ibu murka.
Tidak lama kemudian angin dan petir bergemuruh menghantam dan menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu, Tubuh Malin Kundang kaku dan kemudian menjadi batu yang menyatu dengan karang.
Amanat: Jadilah orang yang berbakti pada orang tua. Dan janganlah sekali-kali durhaka padanya.

Cerita Lucu : GADIS DALAM BIS KOTA


Suatu hari seorang gadis cantik menaiki Bus yang penuh sesak. Karena penuh, dia berdiri didepan seorang Pemuda. Tiba-tiba Pemuda itu berdiri, Namun dengan lembut gadis cantik tersebut mendorong pemuda itu kembali ke tempat duduknya. Belum sempat pemuda itu berbicara, sudah dipotong oleh gadis tersebut.

"Sudah mas, tidak apa-apa. Tidak usah kasih tempat duduk. Saya lebih suka berdiri.."

Pemuda itupun tercengang dan juga agak jengkel mendengar jawaban gadis tersebut. Tapi pemuda itu mencoba berdiri kembali. Namun lagi-lagi ia didorong dengan lembut ke tempat duduknya. Dan kali ini gadis tersebut berkata dengan nada yang sedikit keras sehingga terdengar semua orang.

"Mas.. sudah saya bilang! Saya ini lebih suka berdiri! Dan terima kasih juga atas tawarannya!"

Lalu dengan eksperesi yang agak penuh dengan emosi, pemuda itu menjawab.

"Mbak! Siapa yang mau kasih tempat duduk?!! Saya ini mau turun! Liat noh! Tempat turun saya udah kelewat jauh..!!"

13 Sifat Dai/Santri


1. Mahabbah kepada semua makhluk
2. Rela berkorban untuk agama baik waktu, diri, dan harta
3. Niat ishlah diri
4. Mencari Ridho Allah
5. Istighfar setelah beramal
6. Tabah dalam menghadapi segala ujian
7. Menisbatkan diri hanya kepada Allah
8. Tidak putus asa terhadap segala kegagalan
9. Sabar seperti onta
10. Tawadhu seperti bumi
11. Tegak kokoh seperti gunung
12. Berpandangan luas seperti langit
13. Bergerak memberi manfaat seperti matahari

SEMBOYAN DAKWAH WALISONGO


Para Walisoongo mempunyai semboyan yang terekam hingga saat ini adalah :
1. Ngluruk Tanpo Wadyo Bolo / Tanpa pasukan tentara :
Berdakwah dan berkeliling kedaerah lain tanpa membawa pasukan. Jangan yakin dengan banyaknya jumlah kita, yakin dengan pertolongan Allah swt.
2. Mabur Tanpo Lar/Terbang tanpa Sayap :
Kita bergerak jumpa umat dari orang ke orang. jumpa ke rumah-rumah mereka. Pergi kedaerah nan jauh walaupun tanpa asbab/ sebab yang nampak.
3. Mletik Tanpo Sutang/Meloncat Tanpa Kaki :
Pergi kedaerah yang sulit dijangkau seperti gunung-gunung juga tanpa sebab yang kelihatan. Niat untuk dakwah keseluruh alam, Allah swt yg berangkatkan kita bukan asbab-asbab dunia seperti harta dsb…
4. Senjoto Kalimosodo :
Kemana-mana hanya membawa kebesaran Allah SWT. selalu mendakwahkan kalimat iman, mengajak umat pada iman dan amal salih….(Kalimosodo : Kalimat Shahadat)
5. Digdoyo Tanpo Aji :
Walaupun dimarahi, diusir, dicaci maki bahkan dilukai fisik, perasaan dan mentalnya namun mereka seakan-akan seperti orang yang tidak mempan diterjang bermacam-macam senjata. Kita dakwah, Allah swt akan Bantu (jika kalian Bantu Agama Allah, maka pasti Allah akan tolong kalian dan Allah akan menangkan kalian)
6. Perang Tanpo tanding :
Dalam memerangi nafsunya sendiri dan mengajak orang lain supaya memerangi nafsunya. Tidak pernah berdebat atau bertengkar. dakwah dengan hikmah, kata-kata yg sopan, ahlaq yg mulia dan doa menangis-menangis pada Allah agar umat yg kita jumpai dan umat seluruh alam dapat hidayah….bukan dengan kekerasan…. Nabi saw bersabda yg maknanya kurang lebih : ‘Haram memerangi suatu kaum sebelum kalian berdakwah (berdakwah dgn hikmah) kepada mereka”
7. Menang Tanpo Ngesorake/Merendahkan :
Mereka ini walaupun dengan orang yang senang, membenci, mencibir, dan lain-lain akan tetap mengajak dan akhirnya yang diajak bisa mengikuti usaha agama dan tidak merendahkan, mengkritik dan membanding-bandingkan, mencela orang lain bahkan tetap melihat kebaikannya.
8. Mulyo Tanpo Punggowo :
Kemuliaan hanya dalam Iman dan Amalan agama bukan dengan banyaknya pengikut. Dimulyakan, disambut, dihargai, diberi hadiah, diperhatikan, walaupun mereka sebelumnya bukan orang alim ulama, bukan pejabat, bukan sarjana ahli tetapi karena menjadi Da’i yang menjadikan dakwah maksud dan tujuan hidup, maka Allah swt muliakan mereka.
9. Sugih Tanpo Bondo :
Mereka akan merasa kaya dalam hatinya. Keinginan bisa kesampaian terutama keinginan menghidupkan sunnah Nabi, bisa terbang kesana kemari dan keliling dunia melebihi orang terkaya didunia. Jangan yakin pada harta….kebahagiaan dalam agama, dakwah jangan bergantung dgn harta