Senin, 27 April 2015

Dunia di Huni 4 Orang Saja

Hasil gambar untuk gambar bola dunia dalam genggaman
Dunia hanya dimiliki oleh 4 golongan manusia, 1) seorang yang dikaruniai dengan Ilmu dan Harta, ia gunakan hartanya sesuai dgn kehendak Alloh dan Rosul-Nya, maka inilah sebaik-baik tempat kemuliaan, 2) seorang yang dikaruniai Ilmu tapi Miskin, namun ia punya keinginan untuk menafkahkan hartanya sebagaimana kehendak Alloh dan Rosul-nya, maka ia mendapatkan pahala sesuai dengan keinginannya itu, 3) seorang yang diberi Harta tapi tidak dikaruniai Ilmu, sehingga ia menggunakan hartanya untuk berfoya-foya dan berbangga-bangga lagi sombong, maka ia mendapatkan tempat hina dihadapan Alloh, dan yang 4) seorang yang tidak diberi Harta juga tidak diberi Ilmu, namun ia punya keinginan sebagaimana orang ketiga maka ia mendapatkan sejelek-jeleknya tempat dan kehinaan serta kesengsaraan.

Dari hadits di atas sebenarnya dimanakah posisi kita?

Terjebak di Kamar Pengantin

Hasil gambar untuk gambar kakek tidur dibawah ranjang
Suatu hari si abah Anom sedang menghadiri cucu nya yang sedang melakukan acara pernikahan. Abah Anom ini sebenernya udah semingguan berada dirumah cucunya untuk membantu segala keperluan hajatan. Maklum rumah Abah anom berada jauh diluar kota jadi mau gak mau demi cucu nya dia harus jauh hari sebelum hari H sudah ada di TKP.

Hari pernikahan pun tiba, Abah Anom nampak begitu sibuk menjamu semua tamu-tamu undangan yang datang. Mempersiapkan segala penyambutan, makanan dan lain sebagainya. menjelang sore, Abah Anom merasa dirinya sangat lelah. Ya wajarlah lelah dia walaupun udah abah-abah tapi semangatnya membantu Cucunya hajatan sangatlah tinggi.

Menjelang sore, Abah Anom ingin sekali merebahkan badannya dan beristirahat, namun segala tempat yang tersedia sudah penuh di isi sama kerabat yang lainnya. Dia pun mencari tempat hingga terbersit dipikirannya untuk beristirahat sejenak dikamar Pengantin. akhirnya Abah Anom pun masuk ke Kamar Pengantin.

Ternyata kamar pengantin sangat nyaman, berbeda dengan kamar pengantin saat dulu Abah Anom menikah. Kasurnya empuk, seprei nya harum. Abah Anom langsung merebahkan di kasur Pengantin.

"ahhh, Istirahat sebentar"

Saat dia merebahkan badannya, terasa ada yang mengganjal di bagian pantat, ternyata dompetnya, sia pun langsung melepaskan Dompetnya dan ditaruh di samping.

Gak lama kemudian terdengar suara pasangan pengantin baru dari luar. Abah Anom pun langsung kaget dan langsung menuju bawah ranjang untuk bersemunyi. Pengantenpun masuk ke kamar dan mengunci pintu agar aman.

Pria: "neng sayang, silahkan duluan ke kasur"
Wanita: "Ahh enggak aa, Aa aja duluan ke kasur"
Pria: "kan eneng pengantin wanitanya, jadi duluan aja sok"
Wanita:" aa aja atuh, kan aa prianya"

Akhirnya pengantin wanitanya dipangku oleh pengantin pria nya ke atas kasur tempat tidur. Romantis banget. Mereka pun melanjutkan sisikeromantisan pengantin baru dikamar pengantin.

Pria:" Neng, Aa Boleh  nanya gak?"
Wanita:" Apa aa..?"
Pria:"Hidungmu yang mancung itu punya siapa??"
Wanita:"punya Eneng.. ^_^ .."
Pria:"boleh Gak idungna buat Aa..." Pengantin pria sambil mencubit hidungnya.
Wanita:" Iya boleh deh..hihii.."

Pria:"Kalau Bibirnya yang merah, itu boleh juga gak buat aa?"
Wanita:" Iya aa, sekarang semuanya buat aa, boleh semuanya ko hhiihi..."

Pria: "Kalau begitu...hihi..anu..anunya..anu.."
Wanita:" Anu apa aa??"

Pria:" Anu,,Neng..Anunya..Anu..Dompet Boleh gak buat Aa...??"

Belum juga si pengantin wanita menjawab, langsung terdengar suara lirih tersipu malu dari bawah ranjang...

Abah Anom:"JANGAN!! ITU DOMPET KAKEK..!!!", begitu kagetnya mereka mendengar suara Abah Anom dari kolong ranjang tidur mereka, ha.. ha... ha....

Minggu, 26 April 2015

Kehormatan bak Fatamorgana

Suatu malam, Maulana Jalaluddin Rumi mengundang Syams Tabrizi ke rumahnya. Sang Mursyid Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Maulana. Setelah semua hidangan makan malam siap, Syams berkata pada Rumi;
“Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku?”. (yang dimaksud : arak / khamr)
Maulana kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum?’. 
“Iya”, jawab Syams.
Maulana masih terkejut,”maaf, saya tidak mengetahui hal ini”.
“Sekarang kau sudah tahu. Maka sediakanlah”.
“Di waktu malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkan arak?”.
“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya”.
“Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang”.
“Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman”.
“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana bisa aku keluar membeli minuman?”.
“Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang aku inginkan. Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan tidak bisa tidur”.
Karena kecintaan pada Syams, akhirnya Maulana memakai jubahnya, menyembunyikan botol di balik jubah itu dan berjalan ke arah pemukiman kaum Nasrani.
Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman tersebut, tidak ada yang berpikir macam-macam terhadapnya, namun begitu ia masuk ke pemukiman kaum Nasrani, beberapa orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.
Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat mengisikan botol minuman kemudian ia sembunyikan lagi di balik jubah lalu keluar.
Setelah itu ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak. Hingga sampailah Maulana di depan masjid tempat ia menjadi imam bagi masyarakat kota.
Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak; “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin yang setiap hari jadi imam shalat kalian baru saja pergi ke perkampungan Nasrani dan membeli minuman!!!”.
Orang itu berkata begitu sambil menyingkap jubah Maulana. Khalayak melihat botol yang dipegang Maulana. “Orang yang mengaku ahli zuhud dan kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak dan akan dibawa pulang!!!”, orang itu menambahi siarannya.
Orang-orang bergantian meludahi muka Maulana dan memukulinya hingga serban yang ada di kepalanya lengser ke leher.
Melihat Rumi yang hanya diam saja tanpa melakukan pembelaan, orang-orang semakin yakin bahwa selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi tentang zuhud dan takwa yang diajarkannya. Mereka tidak kasihan lagi untuk terus menghajar Rumi hingga ada juga yang berniat membunuhnya.
Tiba-tiba terdengarlah suara Syams Tabrizi; “Wahai orang-orang tak tahu malu. Kalian telah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah bahwa yang ada di botol itu adalah cuka untuk bahan masakan. Seseorang dari mereka masih mengelak;
“Ini bukan cuka, ini arak”. Syams mengambil botol dan membuka tutupnya. Dia meneteskan isi botol di tangan orang-orang agar menciumnya. Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang cuka. Mereka memukuli kepala mereka sendiri dan bersimpuh di kaki Maulana. Mereka berdesakan untuk meminta maaf dan menciumi tangan Maulana hingga pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.
Rumi berkata pada Syams, “Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai aku harus menodai kehormatan dan nama baikku sendiri. Apa maksud semua ini?”.
“Agar kau mengerti bahwa wibawa yang kau banggakan ini hanya khayalan semata. Kau pikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi? Padahal kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu dan hampir saja membunuhmu. Inilah kebanggaan yang selama ini kau perjuangkan dan akhirnya lenyap dalam sesaat.
Maka bersandarlah pada yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan zaman.

Usai Umrah, Obama Didoakan Sang Nenek Agar Mendapat Hidayah Memeluk Islam


Makkah. Sarah Umar, nenek dari presiden Amerika, Barack Obama baru-baru ini dikabarkan menunaikan ibadah umrah ke Makkah Al-Mukarramah, sebagaimana yang dilansir situs berita Islammemo, Jumat (24/4/2015). Dalam menjalankan ibadah sucinya itu, Sarah tidak lupa mendoakan cucunya, Obama agar mendapatkan hidayah memeluk agama Islam.

Sarah sendiri datang menunaikan ibadah umrah ditemani dengan putranya yang bernama Said, ia adalah paman dari Obama.

Usai mengerjakan umrah, Sarah diajak oleh pegawai Kerajaan Saudi untuk mengunjungi sebuah museum tentang sejarah nabi Muhammad Saw. yang berada di kota Makkah. Melihat indahnya replika dalam museum tersebut, nenek dari orang no.1 di Amerika tersebut mengaku kagum dan memuji apa yang dilakukan pihak Kerajaan Saudi. Ia kemudian mengatakan musium tersebut sebagai bagian dari tingginya nilai Islam dan jauh dari nilai kekerasan yang selama ini dipersepsikan pihak-pihak tak bertanggungjawab.

Sabtu, 25 April 2015

7 Jurus Test Jodoh


1. Lihat penghormatannya pada ayah ibunya (Jika ia baik pada keluarganya, ada kemungkinan besar iapun berbuat baik padamu dan keluargamu)

2. Lihat bagaimana kasihnya pada anak kecil (karena kelak kau kan punya keturunan, lihatlah apakah ia dekat dengan anak kecil? Karena ia kan menjadi ibu atau ayah bagi keluargamu)

3. Lihat sholatnya (Coba cari informasi tentang ibadahnya, khususnya mengenai sholat. Apakah ia sholat tepat waktu? Jika lelaki apakah ia suka ke masjid bahkan menjadi imam atau mu'adzin? Jika ya. poin plus untuknya. Karena ia insyaAllah mampu menjadi imammu)

4. Lihat karakternya (Selami lebih dalam kelebihan dan kekurangan sifatnya. Lalu tanya pada diri sendiri siapkah saya menoleransi kekurangannya?)

5. Tanya apa visi atau citanya dalam menikah (menikah itu bukan hanya satu dua hari, ia sebuah organisasi terkecil yang sangat penting. Maka, tanpa visi yang jelas yang ada hanyalah kehampaan dalam rumah tangga)

6. Tanya pada Sahabat terdekatnya (Orang terdekat biasanya mengatakan apa adanya tentang dirinya. Gali informasi sangat detil dari dirinya. Pastikan dapat dipercaya)

7. Jika semua poin di atas sudah terceklis. Jangan lupa tanya baik-baik, "Maukah dia menjadi jodohmu?" (Karena iapun menginginkan poin-poin yang sama darimu)

Adil tdk Harus Sama


Suatu pagi, saya memberi uang saku kepada adik saya. Kebetulan saya memiliki dua orang adik. Seorang adik perempuan kelas 6 SD dan seorang adik laki-laki kelas 3 SD. Saya memberikan uang saku dengan jumlah yang berbeda kepada mereka. Tentu saja adik perempuan saya mendapat jumlah uang saku yang lerbih banyak. Mengetahui hal ini, saat sepulang sekolah adik laki-laki saya protes kepada saya.

“Mas, kalo bagi uang yang adil donk! Masak uang sakuku lebih sedikit dari punyane kakak?”

Kemudian saya melemparkan sebuah pertanyaan kepadanya, “Menurutmu adil itu yang seperti apa?”

Dengan polosnya adik saya yang baru berusia 9 tahun itu menjawab, “Ya harus sama jumlahnya donk, Mas. Kalo kakak dapet sekian aku juga harus dapat jumlah yang sama juga.”

Dengan tersenyum saya meninggalkan dia. Sesaat kemudian saya menemui dia lagi dengan membawa dua buah gelas, literan, dan sebotol air. Kedua gelas itu memiliki ukuran berbeda. Yang pertama gelas besar dan yang kedua gelas kecil.

“Ok dik, sekarang aku minta, tolong masing-masing gelas kamu isi dengan air sebanyak 240 mL!”

Dengan sedikit pengarahan dari saya, dia mulai mengisikan air ke dalam literan hingga mencapai angka 240 mL dan menuangkannya ke dalam gelas besar. Pada gelas yang besar, air hampir memenuhi isi gelas. Namun, pada saat dia mengisi gelas yang kecil airnya tumpah.

Kemudian saya meminta dia untuk mengosongkan gelas-gelas tersebut. Dan sekarang saya memberi instruksi yang berbeda. “Sekarang isikan air ke dalam masing-masing gelas hingga penuh!”

Dia mulai menuangkan air ke dalam masing-masing gelas hingga penuh. Dan sekarang tidak ada air yang tumpah.

Sahabatku sekalian!

Satu pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita di atas : Keadilan itu bukan tergantung dari jumlahnya tetapi dari ukurannya.

Jumat, 24 April 2015

Mukmin : Makhluk paling Mengherankan!

Hasil gambar untuk gambar mukmin
Ujian dan cobaan dalam hidup di dunia terkadang berupa kelapangan dan kenikmatan, namun terkadang juga berupa kesempitan dan musibah. Bisa berupa sehat maupuan kondisi sakit, bisa  berupa kekayaan maupun kemiskinan. Seorang mukmin akan menghadapi ujian dalam dua keadaan : kondisi susah dan kondisi senang.

Seorang mukmin dalam kondisi kesusahan akan mendapat kebaikan berupa pahala orang yang bersabar dan dalam kondisi lapang dan senang akan mendapat kebaikan berupa pahala orang yang bersyukur. Senantiasa berubah-ubah kondisinya antara sabar dan syukur.

 Inilah yang mengherankan bagi setiap mukmin, sehingga Baginda Nabi SAW. bersabda :

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ !! إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin. Segala sesuatu yang terjadi padanya semua merupakan kebaikan. Ini terjadi hanya pada orang mukmin. Jika mendapat sesuatu yang menyenangkan dia bersyukur, maka itu kebaikan baginya. Jika mendapat keburukan dia bersabar, maka itu juga kebaikan baginya“ (H.R Muslim).