Kamis, 14 Mei 2015

Aku ingin jadi seperti Sahabat Nabi!

Di salah satu sekolah, seorang guru bertanya kepada para muridnya yang masih belia tentang cita-cita mereka kelak ketika sudah dewasa.
Semua murid menjawab pertanyaan sang guru:
“Dokter”
“Pilot”
“Polisi”
Hasil gambar untuk gambar kartun guru dan murid 
Jawaban para murid semuanya seputar profesi tersebut.
Hanya ada satu anak yang jawabannya begitu berbeda. Lain dari yang lain. Para murid yang lain menertawakan jawabannya yang terdengar aneh.
Apakah anda mengetahui cita-cita anak tersebut?
Marilah mendengar jawaban dari lisannya yang begitu sederhana:
“Aku pribadi begitu ingin menjadi sahabat (sahabat nabi -ed)”
Begitu kaget sang guru mendengar jawaban ini sambil menuturkan:
“Sahabat? (Bukan itu yang kumaksud)”
Murid itu pun menjawab dengan begitu polosnya:
“Mama setiap hari, sebelum aku bobo, mengisahkan aku kisah-kisah gemilang para sahabat. Mereka itu mencintai Allah (dan Allah pun mencintai mereka). Demikian pula yang diajarkan papa.”
Sang guru pun terdiam.
Di balik cita-cita anak tersebut terdapat sosok ayah dan bunda yang hati dan jiwanya berlapis dahsyatnya iman maka jadilah cita-cita yang mereka damba adalah cita-cita yang melesat jauh meninggalkan hinanya dunia.
Sang ibu adalah wanita yang jiwanya jelita dengan ilmu syar’i hingga jadilah ia pelopor perkembangan sang anak. Ia ajarkan anaknya untuk mencintai para sahabat nabi yang merupakan salah satu pondasi aqidah ahlussunnah wal jama’ah.
Inilah warisan para salaf. Mereka saling mewariskan cinta yang menyurga, mencintai sosok yang dijamin surga oleh Allah. Para salaf mengajarkan anak-anak mereka mencintai Abu Bakr, Umar, ‘Ali, Usman dan lainnya sebagaimana mereka mengajarkan anak-anak mereka al-Qur-an.
Imam malik bertutur:
كان السلف يعلمون أولادهم حب أبي بكر و عمر كما يعلمون السورة من القرآن
“Dahulu para salaf mengajarkan anak-anak mereka mencintai Abu Bakr dan Umar sebagaimana mengajarkan surat dalam Al-Qur-an.” (Syarah Ushul I’tiqad Ahlussunnah, Juz 7 hal. 1240)
Kedua orang tua tadi begitu paham bahwa mereka adalah pemegang kekuasaan di rumah sehingga mampu mengambil keputusan tentang hal terbaik yang akan diberikan untuk anaknya.
Dan ini sebagai tanggung jawab terhadap pendidikan akidah di surga mini mereka. Mereka berhasil menularkan akidah cinta yang terarah bahwa para sahabat Nabi adalah sosok yang wajib dicintai.
“Sungguh, aku ingin menjadi sahabat Nabi, bukan Drupadi.”

Al-Jazirah Group Mulai Ekspansif

Al-Jazirah Group mulai merambat dan melangkah pasti untuk memberikan yang terbaik pada Umat Nabi Muhammad saw. melalui nasyidah islamiyah al-Banjari, pasca meraih juara terbaik 2 lomba al-banjari se-Karangpenang - Sampang, pelan tapi mantab mulai banyak dilirik pemirsa sholawat.

Pada awalnya group ini dibentuk untuk keperluan hajatan di kampung Sumber Penang, dimana jika ada acara semisal pernikahan dan pengajian selalu pakai musik sound system yang kadang-kadang tidak mendukung suasana dan keadaan lingkungan sekitarnya, maka dengan niat untuk menyebarkan sholawat di bumi Alloh swt. ini terbentuklah Al-Jazirah Group yang dimotori dengan semangat dan kebersamaan.

Kini Al-Jazirah Group mulai banyak diminati dari luar kampung pun sengaja mendatangkan group ini untuk mendengarkan suara Ustadz Junaidi Elza yang melengking bak petir membelah kesunyian, bagai suara ombak mendayu-dayu, alunan musik nya menggelegar membakar semangat pendengarnya untuk hadir berkumpul melantunkan sholawat pada sang revolusi Nabi Muhammad saw.

Masih ada Juga yang Ingin Bersih!

Hasil gambar untuk gambar kartun pemintal kain
Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal Asy Syaibani (Imam Hambali) suatu ketika dihampiri perempuan muda yang hendak mencurahkan isi hatinya. Perempuan ini sedang dihantui perasaan bersalah atas sikapnya beberapa waktu yang lalu.

Mula-mula ia menceritakan kondisi serba kekurangan bersama ketiga anaknya yang masih kecil-kecil. Keadaan ini terpaksa ia hadapi karena sang suami yang menjadi tulang punggung keluarga telah lama meninggal dunia.
Untuk bertahan hidup, perempuan itu mengandalkan profesinya sebagai pemintal benang. Malam ia memintal, siang ia menjualnya. Fasilitas yang amat terbatas membuatnya tetap melarat dengan pekerjaan ini.
“Karena tidak memiliki lampu di dalam rumah, untuk memulai memintal benang, saya terpaksa menunggu cahaya bulan purnama,” tutur perempuan malang ini.
Namun suatu malam, tempat tinggal keluarganya tidak segelap biasanya. Bukan sebab sinar purnama telah tiba, melainkan serombongan kafilah kebetulan bermalam di dekat rumah perempuan ini. Lampu-lampu yang mereka bawa secara tidak sengaja turut menerangi area dan gubuk di sekelilingnya.
Di hadapan Imam Hambali, perempuan ini mengaku telah memanfaatkan kesempatan bersama cahaya lampu para kafilah tersebut untuk memintal. Yang membuatnya gundah adalah kealpaannya meminta izin kepada rombongan kafilah.
“Apakah hasil penjualan benang yang saya pintal di bawah cahaya lampu kafilah itu halal untuk saya gunakan?” tanya perempuan itu kepada sang imam.
Imam Hambali menatap kosong. Sesaat kemudian air matanya mengalir. Pendiri mazhab fiqih Hambali ini heran, di tengah mayoritas orang dilanda keserakahan terhadap dunia, ada seorang perempuan miskin yang masih memikirkan kesucian harta.
Imam Bukhari dalam riwayatnya menceritakan prediksi Rasulullah saw. bahwa “Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram”.

Rabu, 13 Mei 2015

Kekalahan? inilah penyebabnya>

Kekalahan Itu selalu terjadi karena sebab dari dalam (faktor internal), tidak terjadi karena sebab dari luar (eksternal). Mundurmu dari medan juang penyebabnya adalah dari dalam dirimu sendiri bukan dari luar. Kebosanan dan kejenuhan yang melanda dirimu sendiri bukan dari luar.
Oleh karena itu, bila kamu dihinggapi kejenuhan dalam menjalankan ibadah jihad, maka kerjakanlah ibadah ibadah sunah, dan jagalah lisanmu daripada mencari cari kekurangan serta aib orang orang muslim ! Banyak banyaklah kalian berzikir dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
Waspadalah terhadap lisanmu, pertama kali yang harus kamu jaga adalah lisanmu adalah jangan mencari cari aurat/kekurangan orang orang yang telah membuka jalan dan membukakan pintu jihad bagimu. Jika lisanmu kau gunakan untuk mencerca orang yang berjihad, maka Allah akan mengujimu dengan kematian hati, jika hatimu telah mati, maka “ Laa haula walaa quwwata illa billah” Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. – Abdullah Azzam

Malas Ah!!!

Hasil gambar untuk kartun orang malas
Diantara yang bisa menghambat bahkan tidak jarang menghentikan amal sholeh seseorang adalah rasa malas.
Malas adalah lemahnya kemauan, lebih mengutamakan istirahat daripada lelah dan tidak mengerjakan suatu amal sementara dia memiliki kesanggupan untuk melakukannya. Penyakit ini mudah sekali menghinggapi manusia karena memang tabiat manusia cenderung kepadanya kecuali mereka-mereka yang dirahmati Allah swt.
Untuk itu Rasulullah saw senantiasa berdoa : “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kerentaan. Aku berlindung kepada-mu dari fitnah kehidupan dan kematian dan aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.” (HR. Bukhori)

Belajar Menyenangkan!

Hasil gambar untuk gambar guru al-jazirah
“Sekolah hari ini ya nak?“ bujuk ibu pada Rayhan yang langsung meronta dan menggeleng keras. Sambil membawa piring bersisi ayam goreng dan nasi uduk, Rayhan yang berusia 8 tahun, berjalan cepat menghindari ibunya yang membujuk terus dengan kasih sayang. “Gak mauuuu.. ibu.. ibu mengerti tidak bahasa Indonesia,“ jawab Rayhan lucu dengan mulut yang dimonyongkan dan kepala gundulnya yang berambut seperti duri-duri landak yang belum lama dicukur, membuat ibu mencubit pipinya lembut karena gemas dengan wajahnya yang lucu.
“Kenapa sayang, kamu gak mau sekolah, tuh bu Nisa sudah menelepon berkali-kali dan mengatakan bahwa kamu sudah ditunggu oleh kawan-kawanmu di kelas. Mereka ingin kamu bergabung lagi disekolah yaa..?” bujuk ibu sekali lagi, tetap dengan gaya ibu yang lembut dan penuh kasih sayang. “Rayhan sudah bilang ibuu, ibukuu sayang,” kata Rayhan dengan wajah yang ramah dan memegang kedua belah pipi ibu. “Rayhan tidak mau sekolah karena Rayhan maunya belajar dengan pak Dedy saja, pak Dedy itu lucu setengah mati dan kalau pak Dedy ngajar, Rayhan jadi ngerti seratus persen, kalo di kelas berisik, gurunya juga gak enak, gak pernah becanda dan jarang ngomong yang lucu-lucu, penuh aturan, bosan ibuuu.. ibuku sayang..” demikian papar Rayhan lugas. “Hmm kalau begitu, baiknya bagaimana dong Rayhan?” sejenak ibu bingung bagaimana harus menghadapi Rayhan yang sudah tidak mau sekolah lagi. Sudah sejak seminggu yang lalu, sejak pak Dedy seorang guru matematika yang seharusnya hanya membantu memberikan tambahan pelajaran kepada Rayhan seminggu tiga kali, namun karena bulan lalu Rayhan sakit demam berdarah selama hampir tiga minggu ditambah masa pemulihan satu minggu sehingga untuk mengejar ketinggalan tersebut, Rayhan diikutkan dalam pelajaran tambahan matematika dengan dibimbing pak Dedy, seorang mahasiswa ITB jurusan matematika yang sayang anak.
Gaya mengajar pak Dedy yang lucu dan menyenangkan ternyata membuat Rayhan terkesan. Setiap pak Dedy mengajar, pasti ada teka-teki yang kemudian jawabannya akan diberikan setelah selesai mengajar, contohnya: apa coba, beda kacang panjang dengan celana panjang? Rayhan tidak mampu menjawab, lalu bertanya sambil tersenyum-senyum. Pak Dedy berjanji akan memberikan jawabannya setelah Rayhan selesai belajar dan menghabiskan 10 soal latihan serta membuat 10 PR utuk dikerjakan besok harinya. Dan pada akhir pelajaran, pak Dedy akan memberikan jawaban dari teka-tekinya yang lucu itu, yaitu “bedanya celana panjang dengan kacang panjang adalah kalau celana panjang dipotong akan jadi celana pendek, kalau kacang panjang dipotong tetap jadi kacang panjang, tidak ada kan kacang pendek,” demikian papar pak Dedy dengan kalem. Hal itulah yang membuat anak-anak menjadi suka dengan pak Dedy, apalagi Rayhan yang memutuskan tidak mau sekolah dan belajar matematika dengan bu Nisa yang kaku, karena menurutnya pak Dedy adalah guru yang paling menyenangkan di seluruh dunia.
Memang sepatutnya sebagai pengajar, kita harus mampu menembus apa yang disukai anak dan menyajikan sebuah pelajaran dengan cara yang disukai anak-anak lewat lelucon, games atau bercerita, tidak harus teori dan teori saja. Ya, semoga bu Nisa dapat belajar dari pak Dedy bagaimana mengajar matematika dengan cara yang menyenangkan anak, agar Rayhan mau kembali ke sekolah.
Note : Belajar dengan metode yang menyenangkan sudah dilakukan oleh Al-jazirah Foundation sehingga semua anak begitu menyukai semua sesi pembelajaran di sekolah Al-Jazirah. Itulah mengapa walau sekolah  kami sesi pembelajaran dimulai dari pukul 07.00 pagi, namun anak-anak begitu senang bersekolah dan tidak merasa lelah, karena semua metode pembelajaran disampaikan dengan bercerita, berdongeng, mengajak anak ke luar ruangan, dan juga banyak hal lain yang menarik yang membuat anak menunggu-nunggu pembelajaran di sekolah.

Selasa, 12 Mei 2015

Doa Minta Jodoh

Hasil gambar untuk gambar kartun minta jodoh
Ya ALLOH...Tuhanku
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Berilah aku jodoh impianku,
Aku telah menemukannya,
Seandainya dia memang jodoh-ku,
maka dekatkanlah…
Tapi kalau bukan jodoh-ku,
jodohkanlah….
Jika dia tidak berjodoh denganku,
maka jadikanlah kami jodoh…
Kalau dia bukan jodoh-ku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain, selain aku…
Kalau dia tidak bisa dijodohkan denganku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,
biarkan dia tidak ber-jodoh sama seperti diriku…
Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,
jodoh-kanlah kami kembali…
Kalau dia jodoh orang lain,
putuskanlah!
Jodoh-kanlah denganku….
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan
kemudian jodoh-kan kembali dia denganku …