Pada hari Rabu 25 Mei 2016 SMP Al-Jazirah kedatangan Team Survey dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang pada hakekatnya benar-benar sangat dibutuhkan keberadaannya terutama oleh siswa dan guru.
Menurut Bapak Yanuar, MM. salah satu team yang datang ke SMP Al-Jazirah mengatakan : "Pada dasarnya semua lembaga pendidikan membutuhkan bantuan RKB ini namun yang menjadi prioritas adalah sekolah dengan semangat tinggi untuk mencapai visi misinya, Kami melihat hal ini ada di SMP Al-Jazirah dan sebagai indikatornya semua stackholders dilibatkan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatannya, Kami sangat senang melihatnya". ujarnya sambil mengobrol ringan dengan ketua yayasan diserambi masjid.
Sebagai ucapan terima kasih ketua yayasan menyampaikan "Terima kasih pada semua team dari Kemendikbud Jakarta yang telah sudi hadir ke lembaga Al-Jazirah hal ini akan menjadi lecutan dan cambuk yang ampuh bagi Kami untuk membangun Indonesia kedepan yang lebih maju dan berkelanjutan, semoga kehadirannya membawa seribu kebaikan dan selaksa keberkahan dan semoga dengan kepulangannya membawa kabar berita yang diharapkan oleh Kemendikbuk Jakarta tentang calon lembaga yang akan dibantu, dan yang terakhir semoga dengan rencana ini membantu Kami menyiapkan anak bangsa yang berkwalitas". imbuhnya dan kemudia acara diakhiri dengan do'a oleh KH. Manshur Abdullah.
Jumat, 27 Mei 2016
Selasa, 24 Mei 2016
Selamat dan Sukses Peserta Ujian Nasional MI Miftahul Ulum 3
![]() |
| Siswa kelas 6 MI MU3 berphose bersama Kasek, Kayas dan Dewan Guru |
Harapannya lulus dengan nilai terbaik, pelaksanaan terbaik, dan hasil yang terbaik pula untuk menuju keberhasilan yang lebih baik di masa mendatang
Takut tidak lulus karena banyak jawaban yang masih meragukan.
Sabtu, 06 Februari 2016
JUARA UMUM PERKEMAHAN GABUNGAN III
![]() |
| Juara Umum dlm Pergab III Kwarcab Sampang |
Tanggal 31 Januari 2016 merupakan hari paling bahagia bagi andika Gerakan Pramuka Al-Jazirah karena meraih prestasi bergengsi pada Perkemahan Gabungan III Biruh Ompos di Bumi Perkemahan Gunung Eleh Kadungdung Sampang.
![]() |
| Upacara Penutupan |
Senin, 04 Januari 2016
Mu'jizat : Bulan Terbelah Dua
Salah satu tanda kiamat adalah terbelahnya bulan.
Masalah ini sebenarnya persoalan gaib. Namun, pada masa nabi, bulan pernah terbelah dan itu bulan sebagai tanda kiamat, tapi sebagai tanda kemukjizatannya sebagai rasul Allah.
Saat itu, orang kafir Quraisy menantang nabi untuk membelah bulan jika ia memang seorang utusan Allah.
Maka atas izin Allah, bulan itu akhirnya bisa terbelah.
Meski begitu, diantara mereka ada yang beriman, ada pula yang tidak.
Kini, proses terbelahnya bulan pada masa nabi itu menjadi perbincangan dan penelitian ilmuwan modern.
Apakah kejadian itu benar adanya atau sekedar rekayasa sejarah, yang sengaja diciptakan oleh nabi?
Dalam buku berjudul Al-I’jaz Al-‘Ilmi fi As-sunnah An-nabawiyah jilid I, Prof Dr Zaghlul An-Najjar menceritakan ihwal pengakuan seorang mualaf bernama David M Pidcock.
Pengakuan tersebut terjadi beberapa tahun lalu dalam satu ceramah yang diisi oleh Dr Zaghlul di fakultas kedokteran universitas Cardiff, Wales, Inggris barat.
Pidcock mengatakan bahwa ayat pertama surah al-Qamar inlah yang memnyebabkan ia masuk islam diakhir dekade 70-an. Ceritanya, saat itu ia sedang kajian terhadap agama-agama dunia.
Salah satunya teman muslimnya menghadiahinya sebuah Al-Qur’an terjemahan.
Saat pertama membaca, ia langsung terkejut dengan surah al-Qamar.
Karena tidak percaya bahwa bulan pernah terbelah dan kemudian menempel kembali, ia langsung menutup Al-Qur’an tersebut dan meninggalkan begitu saja.
Beberapa hari kemudian, tanpa disengaja ia melihat sebuah acara di BBC tentang perjalanan luar angkasa.
Acara yang disiarkan pada tahun 1978 itu dipandu oleh penyiar inggris terkenal bernama James Burke dengan menghadirkan tiga ilmuan antariksa Amerika.
Dalam wawancara tersebut, dibahas perjalanan ruang angkasa mereka yang menemukan satu fakta penting.
Fakta tersebut adalah sesungguhnya bulan dahulu pernah terbelah, dan kemudian melekat kembali.
Bekas-bekas yang membuktikan cerita ini masih terlihat di permukaan bulan dan membentang hingga kedalamnya.
Begitu mendengar penuturan ini.
Pidcock lalu tersentak kaget dan teringat akan surah al-Qamar yang ia pernah baca.
Kemudian ia pun masuk Islam. Dari kisah nyata ini nampak bahwa bulan memang pernah terbelah pada masa nabi, lalu menempel lagi atas kekuasaan Allah.
Dan ilmuwan amerika baru mengakui setelah mereka sendiri melakukan penelitian ke bulan dan menemukan bukti itu.
Tidak cukup dengan bukti diatas, ada fakta lain yang mengaklamsi terbelahnya bulan pada masa nabi, yaitu catatan sejarah India dan china kuno.
Sayyid mahmud syukri al-Alusi dalam buku Ma Dalla ‘Alaihi al-Qur’an seraya mengutip buku tarikh al-Yamini, menuliskan bahwa dalam sebuah penaklukkan yang dilakukan oleh Sultan Mahmud bin Sabaktakin al-Ghaznawi terhadap sebuah kerajaan yang masih menganut paganisme(musyrik) di India, ia menemukan lempengan batu didalam sebuah istana taklukkan tersebut.
Pada lempengan tersebut terpahat tulisan, “Istana ini dibangun pada malam terbelahnya bulan, dan peristiwa itu mengandung pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran.” Itu kurang lebih terjemahannya.
Hal itu menunjukan bahwa bulan memang pernah terbelah menjadi dua dan itu terjadi pada masa nabi.
Secara logika, ini sangat tidak mungkin dan untuk itulah orang-orang barat banyak yang menyangkalnya.
Namun, sekali lagi, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.
Lewat sang nabi, kekuasaan Allah telah ditunjukkan pada orang-orang kafir masa itu bahwa bulan pun bisa terbelah.
Si Alim dan Si Awam
Seorang santri menghadap pada gurunya dan mengajukan pertanyaan : Wahai Ustadz, apa beda antara orang alim dan orang awam?.
Pertanyaan yang gampang dijawab namun bagi guru yang berpengalaman ia berfikir mengapa santrinya ini masih bertanya seperti itu. kemudian sang Guru mulai memberikan penjelasan :
"Orang alim itu ibarat Orang punya mata, ia dapat melihat sekelilingnya dengan jelas dan meyakinkan, dan jika ia beramal dengan menggunakan ilmunya maka ia mendapat pahala yang berlimpah ruah, namun jika ia tidak dapat mengamalkan ilmunya maka ia ibarat Orang punya mata tapi tidak punya kaki, ia hanya tahu saja dan tidak dapat mendatangkan hasil apa-apa.". Sang Guru menerangkan dengan panjang lebar.
"Kemudian Orang awam itu ibarat orang punya kaki tapi tidak punya mata, maka ia berjalan tertatih-tatih dan kadang ia harus jatuh kejurang atau masuk selokan segala macam.".
yang bagus jika ada orang alim belum sempat mengamalkan ilmunya sedangkan si Awam giat beramal tidak memiliki cukup ilmu maka alangkah indahnya jika si awam menggendong si alim untuk jadi penunjuk dalam kegelapan si awam.".
Sabtu, 12 Desember 2015
Kambing dan Rizkinya
| Kambing pun dapat jatah rizki dari Alloh swt. |
Kambing2 gunung mengenal Penciptanya dan mereka berjalan mencari rizki dengan fithrah yang Allah berikan kepada mereka yang dengan fithrah tersebut mereka mendapat petunjuk menuju apa-apa yang bermanfaat bagi mereka. Di akhir siang mereka kembali ke sarangnya dalam keadaan perut kenyang dan demikianlah keadaan mereka setiap hari dan Allahlah yang memberi rizki kepada mereka dan yang memudahkan rizki bagi mereka.
Lihatlah kepada hikmahnya Allah, bagaimana kambing tersebut keluar menuju tempat-tempat yang jauh, tinggi dan kembali ke sarangnya dalam keadaan tidak salah jalan. Karena sesungguhnya Allah memberikan segala sesuatu penciptaannya kemudian menunjukinya.
Allah berfirman:
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
“Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang menanggung rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud:6).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُوْنَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا
“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal kepada-Nya, niscaya Dia akan memberikan rizki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung, yang pergi di awal siang (pagi hari) dalam keadaan perut kosong (lapar) dan pulang di akhir siang (sore hari) dalam keadaan perut penuh berisi (kenyang).” (HR. Ahmad no.205, At-Tirmidziyno.2344 dari ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, lihat Ash-Shahiihah no.310)
Sabtu, 28 November 2015
Kisahku : Andai Waktu Dapat Kembali
![]() |
| Aljazirah Rabbana Group (juara 2 se Kab. Sampang) |
Dulu saat saya masih kelsa 1 SMP saya ikut sebuah grup rabbana yang
beranggotakan 15 orang yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Dulu kami pergi
keundangan di Palengaan di rumah kepala sekolah kita AL-JAZIRAH sebelum
berangkat kami setiap hari latihan, pada saat harinya di tentukan malam harinya
masing-masing orang membawa beras 2 gelas, telur 2 butir termasuk saya. Saat
itu ibu kami tidak memperbolehkan untuk membawa beras 2 gelas tetapi kami harus
harus bawa 1 kg beras ia sudah kami bawa saja 1 kg. Pada malam hari itu kami
latihan dan makan saat kami makan, kami pasti kurang tapi eahhhhhhhh sudahlah
bukan rumah sendiri.
Pada suatu pagi harinya kami makan, terus mandi, siap-siap dan
berangkat setelah sampai disana kita ucap salam kemudian kami di persilahkan
duduk dan makan jajan disana banyak sekali lalatnya sampai-sampai kami bisa
menangkap lalat itu, kemudian kami tampil sesudah tampil kami buang air kecil
lalu bapak kepala sekolah menyuruh kami pergi ke waduk yang sederhana, saat di
jalan kami hampir tidak tahu arah jalannya.
Lalu kami tanya pada orang dan
alhamdulillah kami sampai. Sesampai di waduk kami bertemu dengan orang yang
sedang pacaran yang cowok 2 dan yang cewek 2 tapi cewek yang satunya hanya diam
di pinggir waduk, kemudian kami datang menyamperi cewek itu dan kita tanya
siapa namanya tujuannya kewaduk itu dari mana dan kami minta nomor Hp-nya dan
kami tidak jadi buang air kecil karena di situ ada cowoknya tapi kami hanya bisa
berfoto-foto dan bermain air lalu kami kembali ke rumah bapak kepala sekolah.
Sesampai di sana ternyata kami sudah di tunggu untuk pulang tapi kami masih
numpang kamar mandinya setelah itu kami pulang dan di perjalanan asyik-asyikan
beli es cream dan pada saat itu turun hujan ohhhhhh asyiknya kita terus bersenang
senang sampai di rumah kami terasa sakit semua dan sangat lelah, kemudian terlelap dalam dekapan mimpi.
itulah sekelumit kisah kami, terasa ingin sekali mengubah putaran waktu untuk kembali lagi pada masa lalu yang indah dan mengasyikkan, bukannya kami sekarang tidak bahagia tapi andai waktu bisa kembali lebih baik aku hidup pada masa-masa indah itu.
Cerpen : Cinta yang Pupus
| Cinta bagai bayang-bayang |
Halaman sekolah itu
tidak terlalu lebar, tumbuhan melati berjejer menghiasinya menjadi pemisah
antara kelasku dan ruang kepala sekolah. Di sudut ruangan tampak seorang
administrator lagi sibuk menangani kelulusan, sementara seluruh siswa kelas VI
sedang gaduh untuk menanti datangnya sebuah kertas yang sangat tidak ternilai
harganya.
Sebuah kertas yang
lebih dikenal dengan sebutan ijazah. Lembaran yang ku nanti selama enam tahun
di tempatku menamba ilmu. Tepat pada tahun 2004 aku keluar atau lulus dari
sekolahku pada saat itu aku dinyatakan tamat dari sekolah dasar dengan nilai
amat memuaskan.
Saat itu aku belum
tahu apa-apa, aku tampak lugu dan untuk menambah pengetahuan dan mengerjakan
kewajibanku sebagai manusia, aku meneruskan sekolahku ke jenjang yang lebih
tinggi. Sebuah sekolah yang lokasinya cukup jauh dari kediamanku. Setiap hari
aku dengan teman-teman berjalan kaki menahan panasnya terik matahari,
menelusuri hutan dan persawahan sambil bersuka ria.
Namun itu semua,
tidak mematahkan semangatku untuk menuntut ilmu. Enam bulan aku sudah menempa
ilmu di sekolahku, aku selalu izin untuk bermain-main disekolahku yang lama
karena sekolahku itu tidak terlalu jauh dari rumah yang aku tempati. Hampir
setiap hari aku izin tanpa keterangan yang jelas.
Kenakalanku makin menjadi-jadi kala aku melihat
sosok wanita yang cantik sedang berdiri di sebuah tempat yang kurang lebih 5 meter
dari tempat aku berdiri sekarang. Aku lihat tampangnya wanita itu memiliki
karakter yang bagus dan sholehah. Aku tetap memandanginya hingga jauh, sehingga
bayangannya menari-nari sulit untuk hilang dari ingatanku, kala wanita itu
telah lama lenyap dari hadapanku.
Detik berganti menit, jampun silih berganti,
waktu itu tepat pukul 05.30 hingga pukul 06.00 sangat cepat berlalu. Hari itu
aku harus berangkat pagi-pagi ke sekolah untuk membersihkan halaman dan ruang
kelas karena waktu itu merupakan jadwal piketku. Ditengah-tengah kesibukan itu,
aku teringat bayangan sesosok wanita kemaren yang telah merasuki jiwaku. Dia
selalu hadir dalam segenap lamunan dan fikiranku akhir-akhir ini.
Maka dengan rasa penasaran yang mendalam aku
memberanikan diri dalam rasa sungkan yang luar biasa untuk menanyakan kepada
teman-teman. Siapakah wanita yang aku lihat kemaren itu??. Alih-alih tidak ada
jawan yang cukup mewakili dari semua jawaban mereka, mungkin mereka belum
mengenalinya.
Hampir setiap hari aku menanyakan tentang
dirinya. Namun, tidak ada jawan yang jelas dan tidak jauh berbeda dari yang
sebelumnya. Akhirnya, aku mencoba mencari tahu sendiri tentang dirinya. Tergianglah
di telingaku sebuah nama yang indah dan mempesona, namanya adalah Nabila....!
Hari-hariku nampak bagitu indah saat musim
panas berubah menjadi musim semi. Saking berbunganya hatiku semua berubah
menjadi lebih indah, penjara menjadi istina, hutan berubah menjadi taman bunga,
dan terkadang aku merasa malu pada keteranganku sendiri.
Bila ada orang yang melihatku pada saat itu,
pasti mereka mengira aku sedang tergila-gila pada sesosok wanita yang
menancapkan panah asmaranya padaku. Melihat wajah cantik dan jelita itu
membuatku jatuh hati padanya. Apakah ini yang namanya cinta??
Entahlah,,,,! Itu cinta atau bukan yang jelas
aku bahagia saat bertemu dengan dia dan senang bukan kepalang saat melihat
senyumnya. Sudah tidak ada bandingnya hanya dia seorang yang ada dalam hidupku.
Setiap waktuku hanya ada namanya yang selalu terkenang dalam fikiran dan
sanubariku.
***
Diawali dengan sungguh indah dan seakan
menjanjikan kebahagiaan dalam duniaku. Namun, kebahagiaan itu menjelma dan
menggoreskan luka yang cukup dalam. Nabila gadis yang aku suka dan bikin aku
terpana oleh parasnya, ternyata dia sudah ada yang punya. Nabila adalah pacar
dari temanku Hadi namanya.
Awalnya aku tidak memperdulikan hal itu.
Tetapi, aku mulai sadar bahwa ada sisi yang lebih utama dan lebih penting dari
cintaku itu. Aku tidak ingin menyakiti dan mengecewakan salah satu temanku
sendiri. Menurutku teman adalah jauh lebih penting dibandingkan yang lainnya.
Begitulah, saat aku akan memulai dan akan
merajut serta membangun cintaku dengan Nabila. Bangunan cinta yang kokoh dengan
pondasi yang kuat dengan dia. Aku bingung sambil bertanya-tanya “apa yang
terjadi dan aku harus bagaimana??”. Setiap hari aku melihatnya, wajahnya
semakin tampak cantik bak cahaya rembulan pada saat bulan purnama.
Keadaan itu membuatku tambah semangat ingin
memilikinya. Kulihat mentari masih tetap dengan keemasannya memancarkan
sinarnya pada sudut-sudut halaman, memberi warna pelangi yang cukup jelas dan
terang pada pandangan mataku. Rerumputan ikut bergoyang berlambai-lambai
mengikuti arah matangin menghembus.
Aku dapat merasakan segarnya udara itu, meskipun disampingku ada sainganku Hadi. Dengan suara agak keras ia menjerit “Aku ingin kembali.....!!”
Sumber : Jazosmed@syamsulkholil
Kisah Pinangan Orang Mulia
Sebuah kisah cinta menarik tercatat dalam sejarah hidup seorang shahabat
Rasulullah, Salman Al-Farisi. Ia merupakan seorang mantan budak dari
Isfahan Persia. Kisah cinta Salman terjadi saat ia tinggal di Madinah
setelah menjadi muslim dan menjadi salah satu sahabat dekat Rasulullah.
Pada suatu waktu, Salman berkeinginan untuk menggenapkan dien (agamanya) dengan menikah. Selama ini, ia juga diam-diam menyukai seorang wanita salehah dari kalangan Anshar. Namun ia tak berani melamarnya. Sebagai seorang imigran, ia merasa asing dengan tempat tinggalnya, Madinah.
Pada suatu waktu, Salman berkeinginan untuk menggenapkan dien (agamanya) dengan menikah. Selama ini, ia juga diam-diam menyukai seorang wanita salehah dari kalangan Anshar. Namun ia tak berani melamarnya. Sebagai seorang imigran, ia merasa asing dengan tempat tinggalnya, Madinah.
Bagaimana adat melamar wanita di kalangan masyarakat Madinah? Bagaimana tradisi Anshar saat mengkhitbah wanita? Demikian yang dipikirkan Salman. Ia tak tahu menahu mengenai budaya Arab. Tentu saja tak bisa sembarangan tiba-tiba datang mengkhitbah wanita tanpa persiapan matang.
Salman pun kemudian mendatangi seorang sahabatnya yang merupakan penduduk asli Madinah, Abu Darda’. Ia bermaksud meminta bantuan Abu Darda’ untuk menemaninya saat mengkhitbah wanita impiannya. Mendengarnya, Abu Darda’ pun begitu girang. “Subhanallah wa Alhamdulillah,” ujarnya begitu senang mendengar sahabatnya berencana untuk menikah. Ia pun memeluk Salman dan bersedia membantu dan mendukungnya.
Setelah beberapa hari mempersiapkan segala sesuatu, Salman pun mendatangi rumah sang gadis dengan ditemani Abu Darda’. Keduanya begitu gembira. Setoiba di rumah wanita shalehah tersebut, keduanya pun diterima dengan baik oleh tuan rumah.
“Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman dari Persia. Allah telah memuliakan Salman dengan Islam. Salman juga telah memuliakan Islam dengan jihad dan amalannya. Ia memiliki hubungan dekat dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan Rasulullah menganggapnya sebagai ahlu bait (keluarga) nya,” ujar Abu Darda’ menggunakan dialek bahasa Arab setempat dengan sangat lancar dan fasih.
“Saya datang mewakili saudara saya, Salman, untuk melamar putri anda,” lanjut Abu Darda’ kepada wali si wanita, menjelaskan maksud kedatangan mereka.
Mendengarnya, si tuan rumah merasa terhormat. Tentu saja, ia kedatangan dua orang sahabat Rasulullah yang utama. Salah satunya bahkan berkeinginan melamar putrinya. “Sebuah kehormatan bagi kami menerima sahabat Rasulullah yang mulia. Sebuah kehormatan pula bagi keluarga kami jika memiliki menantu dari kalangan shahabat,” ujar ayah si wanita.
Namun sang ayah tidaklah kemudian segera menerimanya. Seperti yang diajarkan Rasulullah, ia harus bertanya pendapat putrinya mengenai lamaran tersebut. Meski yang datang adalah seorang shahabat Rasul, sang ayah tetap meminta persetujuan sang putri.
“Jawaban lamaran ini merupakan hak putri kami sepenuhnya. Oleh karena itu, saya serahkan kepada putri kami,” ujarnya kepada Abu Darda’ dan Salman Al Farisi.
Sang tuan rumah pun kemudian memberikan isyarat kepada istri dan putrinya yang berada dibalik hijab. Rupanya, putrinya telah menanti memberikan pendapatnya mengenai pria yang melamarnya. Mewakili sang putri, ibunya pun berkata, “Mohon maaf kami perlu berterus terang,” ujarnya membuat Salman dan Abu Darda’ tegang menanti jawaban.
“Maaf atas keterusterangan kami. Putri kami menolak lamaran Salman,” jawab ibu si wanita tentu saja akan menghancurkan hati Salman. Namun Salman tegar.
Tak sampai disitu, sang ibunda melanjutkan jawaban putrinya, “Namun karena kalian berdua lah yang datang, dan mengharap ridha Allah, saya ingin menyampaikan bahwa putri kami akan menjawab iya jika Abu Darda’ memiliki keinginan yang sama seperti Salman,” kata ibu si wanita shalihah idaman Salman, wanita yang Salman inginkan untuk menjadi istrinya, wanita yang karenanya ia meminta bantuan Abu Darda’ untuk membantu pinangannya. Namun justru wanita itu memilih Abu Darda’, yang hanya menemani Salman.
Jika seperti pria pada umumnya, maka hati Salman pasti hancur berkeping-keping. Ia akan merasakan patah hati yang teramat sangat. Namun Salman merupakan pria shaleh, seorang mulia dari kalangan shahabat Rasulullah. Dengan ketegaran hati yang luar biasa, ia justru menjawab, “Allahu akbar!” seru Salman girang.
Tak hanya itu, Salman justru menawarkan bantuan untuk pernikahan keduanya. Tanpa perasaan hati yang hancur, ia memberikan semua harta benda yang ia siapkan untuk menikahi si wanita itu. “Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan akan kuberikan semua kepada Abu Darda’. Aku juga ajan menjadi saksi pernikahan kalian,” ujar Salman dengan kelapangan hati yang begitu hebat.
Demikian kisah cinta sahabat Rasulullah yang mulia, Salman Al Farisi. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kisah tersebut. Ketegaran hati Salman patut dijadikan uswah. Ia pun tak kecewa dengan apa yang belum ia miliki meski ia sangat menginginkannya. Semoga Allah meridhai Salman dan menempatkannya pada surga yang tertinggi.
Jumat, 27 November 2015
Bagai Akar Yang Kuat
Kesempurnaan agama meliputi Imaniyah (pondasi iman), Ubudiyah (praktek/amal ibadah), Mu'amalah (jual beli), Mu'asyarah (hubungan bermasyarakat) Akhlak (moralitas). Imaniyah sebagai pondasi dasar diumpamakan dengan akar pohon, ibadah diumpamakan batangnya, mu'amalah cabangnya/rantingnya, mu'asyarah ibarat daunnya, akhlak diumpamakan buahnya dan rasa manisnya adalah ikhlas. Barulah jika wujud seluruh komponen diatas maka kita akan mengatakan itu adalah sebuah pohon yang sempurna.
Iman seperti akar pada pohon. Akar menentukan keseluruhan pohon itu tumbuh, berkembang dan berbuah. Jika akar suatu pohon tercabut dan mati maka meskipun pohon itu berbatang kuat, berdaun lebat dan berbuah banyak suatu saat akan mati juga. Karena suplay makanan, air dan udara dan zat-zat yang dibutuhkan oleh sebuah pohon berasal dari akar pohon.
Begitu pula halnya dengan agama. Jika imannya sudah kuat maka secara bertahap ibadah, mu'amalah dan mu'asyarah pun akan kuat yang pada akhirnya akan membuahkan akhlak yang mulia. Tetapi jika iman lemah maka ibadah, muamalah dan muasyarah pun akan ikut lemah juga yang pada akhirnya menghasilkan akhlak yang buruk. Sebagaimana akar pohon memiliki fungsi yang sangat vital pada sebuah pohon, maka iman pun berperan penting dalam diterimanya suatu amal dihadapan Allah Swt. Karena hanya amal yang dilandasi keimanan dan keikhlasan saja yang diterima oleh Allah Swt.
Jadikah kalimat berikut sebagai visi kehidupan "Beriman Kuat, Berilmu Luas dan Beramal Ikhlas."
Senin, 23 November 2015
Kisah Yang Indah dan Motivatif

Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, ” Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!” Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain.
Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya. Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana , memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialamai. Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, “Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukannya? ” Jerry menjawab, “Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik.
Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya.. Aku selalu memilih sisi positifnya.” “Tetapi tidak selalu semudah itu,” protesku. “Ya, memang begitu,” kata Jerry, “Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan. Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup.”
Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.
Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut. Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku? ” Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan. “Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang,” jawab Jerry.
“Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup.” “Apakah kamu tidak takut?” tanyaku. Jerry melanjutkan, ” Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh.
Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata ‘Orang ini akan mati’. Aku tahu aku harus mengambil tindakan.” “Apa yang kamu lakukan?” tanya saya. “Disana ada suster gemuk yang bertanya padaku,” kata Jerry. “Dia bertanya apakah aku punya alergi. ‘Ya’ jawabku..
Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, ‘Peluru!’ Ditengah tertawa mereka aku katakan, ‘ Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati’.” Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikap hidupnya yang mengagumkan.
Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya. Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.
Sekarang kamu punya dua pilihan:
1. Kamu dapat menutup mail ini, atau
2. Kamu meneruskannya ke seseorang yang kamu kasihi.
Rabu, 18 November 2015
PUISI : RINDU
Di antara deburan ombak ku tanya siapa dirimu
Di antar desiran angin ku tanya dimana dirimu
Di antara ilalang yang tinggi
Di antara pohon-pohon yang rindang
Di antara bunga-bunga yang cantik
Ku tunggu siapa pencari hati ku tapi aku rupanya aku lupa
bahwa aku bukan cemara bukan kamboja ilalang, bukan petir dan angin
Yang tertiup adalah milik alang katanya
Akan ku cari sipujaan hatiku
Rindu yang semakin dalam
Tak bisa aku pendam lagi
Ku pinjam sinar bintang sebagai penerang
Ku [pinjam getar dan gempamu sebagai kaki
Biar aku tahu mengapa aku rindu
Walau rindu yang layu
Rindu yang tak bisa ku ungkapkan melalui kata kata saja
By: juwairiyah (jasosmed ed2)
By: juwairiyah (jasosmed ed2)
Langganan:
Postingan (Atom)





