Selasa, 07 Juli 2015

Husnudz Dzon Terhadap Alloh!

Hasil gambar untuk gambar mahkota
Mahkota Raja

Suatu hari Raja bepergian keluar kota bersama Perdana Menteri, satu musibah menimpa Raja saat ia turun dari kudanya Raja terpeleset dan kakinya patah, Perdana Menteri terkejut dan bersyukur "Al-hamdulillah, syukurlah pasti dibalik ini ada hikmah besar akan terjadi." mendengar Perdana Menterinya mensyukuri musibahnya Raja marah dan memecatnya kemudian dijebloskan ke penjara dan Perdana menteri pun bersyukur atas hal itu dan meyakini dibalik itu pastinya ada hikmah yang besar.

Waktu berlalu dan kaki raja telah sembuh, kemudian ia berburu kehutan dan karena saking asyiknya berburu hingga ia masuk ke kawasan kerajaan lain, iapun ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara, di kerajaan itu setiap tahunnya ada upacara sesembahan pada Dewa Gali dengan menyembelih seorang lelaki paling tampan dan kepalanya di persembahkan pada dewa.

Maka dicari lelaki dengan kriteria terbaik dan jatuhlah pilihan itu pada tahanan yang berwajah tampan dan berkulit putih, dihadapkan pada ketua suku dan disetujui disaat mau dipenggal lehernya maka ditemukan kekurangan pada kakinya yang bengkok, maka ditanya kenapa kakimu? ia menjawab : "Kakiku patah dan bengkok." maka gagallah ia untuk dijadikan tumbal dan dijebloskan kembali kepenjara.

Selang beberapa hari ia dihadapkan pada hakim dan ditanya darimana dan apa maksudnya masuk kekerajaan tanpa idzin, maka dijelaskan sebagaimana adanya kemudian mereka saling memaafkan dan dikembalikan ke istana kerajaannya.

Sesampainya diistana Raja bersyukur sekali dan menjumpai Perdana Menterinya dipenjara, dan berkata : "Wahai Perdana Menteri sekarang kau bebas dan ternyata benar apa yang kau ucapkan, Aku bersyukur kakiku patah kalau tidak maka saat ini Aku sudah mati dijadikan tumbal.", Perdana Menteri pun menyahut : "Hamba juga begitu Tuanku, seandainya Hamba tetap bersama tuan dan tidak tinggal dipenjara ini tentunya setelah tuan gagal di eksekusi karna patah kaki pastilah Hamba yang dijadikan sasaran berikutnya."

Maka keduanya sangat bersyukur atas kejadian yang menimpa yang dengan musibah itu ternyata keduanya selamat dari mara bahaya yang lebih besar.

Minggu, 05 Juli 2015

Perintah Raja Tiada Tara

Intan Berlian
Sang Raja memanggil seluruh abdi kerajaan di balairung istana, Raja menyampaikan titahnya : "Wahai para abdi kerajaanku, sesiapa yg memegang suatu benda di istana ini maka itu menjadi miliknya", maka semua yang hadir langsung berhamburan kesana kemari mengambil benda-benda berharga milik istana.

Semua sudah mendapatkan apa yang menjadi keinginannya, kecuali seorang pemuda saja masih belum memegang apa-apa, Raja pun bertanya kepadanya : "Mengapa engkau tidak mengambil sesuatupun?", pemuda itu menjawab "betulkah jika hamba memegang sesuatu langsung menjadi milik hamba?" Raja mengiyakannya, serta merta pemuda itu memegang Raja dan sejurus kemudian dia berkata : "Sekarang Raja telah menjadi milik hamba, dan perintahkan kepada semua yg hadir untuk mengembalikan benda-benda itu pada tempatnya.". Raja memenuhi permintaannya, maka balairung istana menjadi gaduh dan semua mata memandang pemuda itu dgn pandangan penuh keheranan.

Kemudian Raja memerintahkan bendaharawan istana untuk mengeluarkan Intan Berlian termahal milik kerajaan dan kapak paling tajam, kemudian diletakkan diatas meja, sejurus kemudian Raja berkata : "Sekarang ambillah kapak itu dan hancurkan intan berlian itu!." Perdana menteri maju dan memegang kapak sejurus kemudian ia mengurungkan niatnya terbersit dalam hatinya "Wah ini intan berlian mahal harganya, jangan jangan ini cobaan saja!!!" semua yg hadirpun satu persatu maju namun tak ada yg berani menghancurkan benda itu, yg terakhir pemuda pemberani maju dan tanpa basa basi memecahkan intan berlian itu dengan kapak disampingnya.

Balairung pun gaduh penuh caci maki, maka Raja bertanya padanya : "Mengapa engkau lakukan itu wahai pemuda?." pemuda itu menjawab singkat : "Titah tuan Raja lebih berharga daripada intan berlian ini, kalau perintah sudah disampaikan oleh sang penguasa maka tiada yang dapat menandingi titah itu walau intan pertama sekalipun, karna mengabaikan titah Tuan Raja berarti ada kekuatan lain yang menandinginya atau makar.

Intisarinya : Perintah sholat itu harus didahulukan daripada perkara yang lain itu adalah perintah Raja Yang Maha Agung, menundanya berarti meremehkannya, mengabaikannya berarti menentangnya, meninggalkannya berarti ada kekuatan lain yang lebih kuat daripada Yang Maha Kuat. Barangsiapa mendapatkan Raja maka ia mendapatkan segala-galanya.

Kisah Seorang Raja & Nelayan Ikan

Hasil gambar untuk gambar ikan
Diceritakan bahwa raja Khasru bin Abrawiz suka sekali makan ikan. Suatu hari sang permaisuri, Syirin, bercengkrama di taman.
Lalu datanglah seorang nelayan dengan membawa ikan besar, dan dia memberikannya sebagai hadiah kepada raja. Ikan itu diletakkan di depannya. Raja mengaguminya, maka dia memerintahkan agar nelayan itu diberi empat ribu dirham.
Sang permaisuri, Syirin, berkata, “Perkara terburuk telah kamu lakukan.”
Raja bertanya, “Mengapa?”
Dia mejawab, “Jika kamu memberi seseorang sesudahnya, niscaya dia akan mematok jumlah itu.
Dia akan berkata bahwa raja harus memberi seperti pemberiannya kepada nelayan.”
Raja berkata, “Kama benar. Tetapi, bagi raja, menarik pemberian sama saja melakukan sesuatu yang buruk. Sudah terlanjur.”
Dia berkata, “Biarlah aku yang mengatur.” Raja bertanya, “Bagaimana?”
Dia berkata, “Panggil nelayan itu, dan katakan kepadanya, apakah ikan ini jantan atau betina? Jika dia bilang jantan, maka katakan padanya bahwa kamu ingin ikan betina. Dan jika dia bilang betina, maka katakan kamu ingin ikan jantan.”
Maka nelayan itu dipanggil dan dia memenuhi panggilan itu. la adalah orang yang cerdas dan cerdik. Raja bertanya kepadanya “Ikan ini jantan atau betina?”
Nelayan menjawab, “Ikan ini banci. Tidak jantan, tidak betina.” Raja tertawa mendengar jawabannya, lalu dia memerintahkan agar nelayan itu diberi empat ribu dirham. Nelayan menghadap bendahara negara dan menerima delapan ribu dirham yang dimasukkan ke dalam kantong yang dibawanya. Dia pun memanggulnya di pundaknya.
Manakala dia hendak keluar, sebuah koin dirham jatuh dari kantongnya. Nelayan itu menurunkan kantong dari pundaknya. Dia merunduk untuk mengambil dirham, sementara raja dan permaisuri-nya memandangnya.
Sang permaisuri berkata kepada raja, “Tidakkah kamu melihat hina dan rendahnya laki-laki ini! Hanya jatuh darinya satu dirham, dia meletakkan delapan ribu dirham dari pundaknya, lalu dia menunduk mengambil satu dirham. Dia tidak rela satu dirham itu diambil oleh salah seorang pelayan istana.”
Raja marah dan berkata, “Kamu benar, Syirin.” Lalu raja meminta agar nelayan itu kembali menghadapnya. Raja berkata kepadanya, “Dasar orang rendah! Kamu bukan manusia! Uang itu kamu turunkan dari pundakmu hanya demi satu dirham. Kamu tidak rela membiarkannya di tempatnya.”
Nelayan menjawab, “Tuan raja, semoga Allah memberimu panjang umur. Aku tidak mengambil dirham itu karena bernilai bagiku. Aku mengambilnya karena di salah satu sisinya terdapat gambar raja, sementara di sisi yang lain tertulis nama raja. Aku takut ia diinjak oleh seseorang, karena dia tidak tahu.”
Raja mengagumi ucapannya dan mengakui kepintarannya. Maka dia memberinya empat ribu dirham. Nelayan itu pun pulang dengan memikul dua belas ribu dirham.

Sabtu, 04 Juli 2015

Amalan 10 Terakhir Ramadhan

Masjid tempat terbaik di muka bumi ini terutama utk i'tikaf akhir Ramadhan
Ramadhan 1436 H sudah memasuki fase kedua yang dijelaskan oleh Baginda Nabi SAW. bahwa fase kedua ada fase maghfiroh dan fase ketiga ada pembebasan dari siksa neraka.

Di fase ketiga nanti kita harus bertekad untuk meningkatkan pengorbanan kita terutama pengorbanan diri dengan banyak berbuat kebajikan dan memenuhi keperluan saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan tenaga dan fikiran kita, pengorbanan waktu dimana i'tikaf dimasjid merupakan kebiasaan dan amalan tetap Nabi SAW. bahkan sejak Ramadhan tiba Rosulullah langsung mengencangkan sarung dan membawa tikarnya ke masjid untuk beri'tikaf penuh.

Barangsiapa beri'tikaf semalam di masjid maka ia akan dijauhkan dari api neraka sejauh 3 parit, ukuran satu parit sejauh jarak langit dan bumi. Yang suka beri'tikaf maka ia mendapat undangan pertemanan dengan para malaikat, sehingga malaikat sangat mengenalnya dan setiap keperluan dan kebutuhan hidupnya maka malaikat selalu siap untuk membantu menyelesaikannya.

Mari kita mulai dari sekarang!!!

Kamis, 02 Juli 2015

Shilaturrahmi 2,5 Jam

Shilaturrahmi Pengurus Ma'had Tibyan Lil Shibyan Promosikan Metode Baru
Dunia ini memang selalu berubah dan mengalami perubahan, setiap saat pasti terjadi perubahan dalam segala hal, dan untuk mengimbangi perubahan itu perlu kiranya inovasi dan ekspansi baik internal maupun eksternal.

Orang bijak mengatakan : "Kalau kita tidak menyerang pastinya kita diserang, jika kita diam berarti menyiapkan diri untuk menjadi sasaran serangan, menyerang perlu keberanian dan strategi yang jitu, hasilnya adalah perubahan dan kemenangan, jika diam dengan mengandalkan keberhasilan masa lalu sama artinya kita menunggu kekalahan dan penyesalan.".

Bani Israil pada zamannya dipimpin oleh para nabi, mereka hidup penuh kemuliaan dan keberhasilan dalam setiap sisi kehidupan, kemudian nabi mereka wafat dan usahanya tidak dilanjutkan mereka merasa puas dengan keberhasilan yang telah diraihnya, akhirnya musuh menyerang mereka dan dengan mudah dapat menguasai mereka, kini mereka hidup dalam penderitaan dan kehinaan, mereka mencari cara untuk mengembalikan kejayaannya, kemudian Alloh mengutus Nabi Isy dan mereka shilaturrahmi dan meminta nasehatnya, akhirnya Alloh menunjuk Thalut sebagai pemimpin mereka, awalnya mereka enggan menerima Thalut karna ia adalah pemuda sederhana dan miskin pula.

Tiada pilihan lagi kecuali menerima ketentuan Alloh SWT. melalui Nabi 'Isy kemudian Thalut membuat usaha perbaikan ditengah-tengah mereka dan bersama Nabi 'Isy Thalut membina mental mereka dan moralnya, akhirnya mereka berperang melawan Jalut yang sombong dan dapat mengalahkannya, kemuliaan dan kebahagiaan mereka kembali dalam genggaman.

Sekarang tinggal kita yang harus menyikapi kehidupan ini, apakah kita sedang diserang atau sedang menyerang, nah kalau terasa bahwa kita sekarang tidak berdaya berarti kita dalam kondisi diserang begitu pula sebaliknya. maka apabila kita memiliki amunisi baru hendaknya kita pergunakan untuk mengembalikan masa kejayaan yang telah hilang itu.

Selasa, 30 Juni 2015

Kisah Raden Rahmat Sunan Ampel

Prabu Kertabumi Galau.
Ratu Dwarawati yang merupakan istri Prabu mengetahui kerisauan hati suaminya. Dengan memberanikan diri, dia mengajukan pendapat kepada suaminya.
"Saya mempunyai seorang keponakan yang ahli mendidik dalam hal mengatasi kemerdekaan budi pekerti," kata Ratu Dwarawati.
"Benarkah?" tanya Sang Prabu.

"Iya, benar. Namanya Sayyid Ali Rahmatullah, putra dari kanda Dewi Candrawulan di Negeri Cempa. Bila kanda berkenan, saya akan meminta Ramanda Prabu di Cempa untuk mendatangkan Ali Rahmatullah ke Majapahit ini," jawab Ratu Dwarawati.
"Tentu saja, aku akan merasa senang bila Rama Prabu di Cempa bersedia mengirimkan Sayyid Ali Rahmatullah ke Majapahit ini," kata Prabu.

Sunan Ampel Menuju Tanah Jawa.
Pada suatu hari, diberangkatkanlah utusan dari Majaphit ke negeri Cempa untuk meminta Sayyid Rahmatullah datang ke Majapahit. Kedatangan utusan Majapahit ini disambut oleh raja Cempa dengan baik dan mengizinkan cucunya untuk berangkat ke Majapahit.

Keberangkatan Sayyid Rahmatullah ke Tanah Jawa ini tidak sendirian. Ia ditemani oleh ayah, Syekh Maulana Ibrahim Asmarakandi dan kakaknya yang bernama Sayyid Ali Murtadho. Di duga, nereka tidak langsung ke Majapahit,melainkan mendarat ke Tuban terlebih dahulu, tepatnya di desa Gesikharjo.

Di desa tersebut, ayahnya Sayyid Ali Rahmatullah jatuh sakit dan meinggal dunia dan dimakamkan di desa tersebut, desa GesikHarjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Kakaknya yang bernama Sayyid Ali Murtadjo menyebarkan islam dan berdakwah sampai ke Nusa Tenggara, bahkan sampai ke Bima. Beliau dikenal dengan Pandita Bima. Terakhir beliau berdakwah di Gresik dengan sebutan Raden Santri dan wafat di sana.

Raden Rahmat sampai di Majapahit.
Sementara itu, Sayyid Ali Rahmatullah meneruskan perjalanan ke Majapahit untuk menghadap Prabu Brawijaya sesuai permintaan bibinya, Ratu Dwarawati.
Kapal layar yang ditumpanginya mendara di pelabuhan Canggu dan kedatangannya disambut penuh suka cita oleh Prabu Kertabumi.

Dengan penuh haru, bibinya, Ratu Dwarawati memeluknya erat-erat seolah sedang memeluk kakak perempuannya yang berada di istana Kerajaan Cempa. Wajah keponakannya itu memang mirip sekali dengan ibunya.

Setelah Raden Sayyid Rahmatullah beristirahat, Prabu Kerthabumi bertanya,
"Wahai Nanda Rahmatullah, bersediakah engkau memberikan pelajaran atau mendidik kaum bangsawan dan rakyat Majapahit agar mereka memiliki budi pekerti yang mulia?" tanya sang Prabu.
"Dengan senang hati Gusti Prabu. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mencurahkan kemampuan saya untuk mendidik mereka," jawab Ali Rahmatullah.

"Bagus..," sahut sang prabu.
"Kalau begitu, engkau akan aku beri hadiah sebidang tanah berikut bangunannya di Surabaya. Di sanalah engkau akan mendidik para bangsawan dan pangeran Majapahit agar berbudi pekerti mulia."

Begitulah kisah perjalanan Sayyid Ali Rahmatullah yang sering disebut dengan Raden Rahmat dan lebih dikenal dengan sebutan Sunan Ampel.

Catatan Penulis : Saya menyaksikan sendiri bekas benteng istana kerajaan Cempa yang terletak di Bihar, Distrik Kusyinaghar Propinsi Uttar Prhadish India, saat itu saya sedang belajar dakwah selama 35 hari dan penduduk daerah itu membenarkan bahwa Cempa itu kerajaan yang daerah kekuasaannya terbagi kedalam dua negara yaitu India dan Nepal. Dalam sejarah ekspansifnya Cempa punya hubungan erat dengan Nusantara (Indonesia), dan dilihat dari sejarah pula bahwa masuknya Hindu-Budha melalui jalur hubungan kedua kerajaan ini begitu pula masuknya islam melalui hubungan Majapahit Indonesia dan Cempa India.

Shilaturrahmi Mempersatukan Umat

Shilaturrahmi Alumni dan Simpatisan di Musholla Gn. Kesan
Umat Nabi Besar Muhammad SAW. adalah umat yang satu kesatuannya terikat kuat dan terikat dalam kalimat kesatuan : Laa ilaaha Illallah Muhammadur Rosulullah.

Barangsiapa mengucapkan kalimat ini dengan sepenuh hati maka terbukalah tujuh pintu surga dan bidadari melambai-lambaikan tangannya memanggil kekasihnya yang telah berikrar akan kebesaran Alloh swt., sambil melantunkan syair : "Wahai kekasih... janganlah engkau berlama-lama hidup didunia, karena dunia yang engkau huni saat ini tiadalah itu abadi dan hanyalah tempat engkau mengambil bekal untuk menuju kepada kami, sekiranya engkau tahu bahwa kami sangat merindukanmu tentulah engkau tidak akan bermalas-malasan dalam beramal, sekiranya engkau tahu bahwa cinta kami abadi tentulah engkau tidak akan lalai dalam urusan perintah-Nya, Ayolah kekasih cepatlah engkau datang, pintu telah kami buka dan tidak akan pernah tertutup selama engkau belum memasukinya..., salam rindu dari Kami Bidadarimu..."

Ayo siapa yang mau masuk pintu terlebih dahulu? jangan lupa bawa kuncinya "Miftahul Jannah Laa ilaaha Illallah" Rosulullah SAW. berpesan "Perbaharuilah kunci iman kalian, para sahabat bertanya, "Bagaimanakah cara memperbaiki iman Ya Rosulullah?", Rosulullah bersabda : "Perbanyaklah membaca, membicarakan, menyampaikan dan menyebarkan Laa ilaaha Illallah.", mengapa harus diperbaiki iman itu? karena kunci kalau tidak dijaga maka akan karat, jika sudah karatan maka dikwatirkan sulit untuk masuk dan jika dapat masuk pun bisa patah saat dipergunakannya.

Bagaimana caranya? perbanyaklah shilaturrahmi, minimal sehari kita luangkan waktu 2,5 jam, setiap bulan 3 hari saja, dan setiap tahun 40 hari saja, dan seumur hidup 4 bulan saja, jumlahnya hanya 10% dari umur kita. insya Alloh barokah ilmu dan amalnya, barokah anak keturunan dan lembaganya, barokah umur dan rizkinya, keluarga terjalin dengan kuat, temat semakin erat dan umat dapat dipersatukan dalam satu kalimat. bersedia semuanya???