Senin, 18 Mei 2015

Fadhilah Sholawat



Pada dasarnya bacaan shalawat Nabi itu harus di ucapkan(dibaca/didzikirkan)oleh setiap muslim dan orang mukmin di mana saja dan dalam keadaan apapun. Dalam keadaan berdoa,maka isi bacaan doa itu harus ada bacaan shalawat atas Nabi yang dapat di baca, di awal,di pertengahan dan diakhir bacaan tersebut.Jika tidak, maka doa tersebut tertahan di antara langit dan bumi serta tiada naik barang sedikitpun.
Demikianlah salah satu contoh pengaruh bacaan shalawat terhadap kebutuhan manusia kepada Tuhannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk selalu membaca shalawat atas Nabi pada setiap saat dalam berbagai keadaan.Shalawat atas Nabi itu memiliki barokah, fadhilah, manfaat yang sangat banyak sekali dan sangat besar khasiatnya serta dapat memberi keuntungan di dunia dan di akhirat nanti.Insya Allah akan bahagia, sejahtera, dan selamat fiddun ya wal-aakhirah.

Tujuan Sholawat antara lain adalah :
1.Untuk memenuhi dan melaksanakan salah satu perintah dari Allah SWT. Agar kita senantiasa bershalawat atas Nabi. Sebagaimana Allah swt.telah berfirman:
innallaha wa malaaikatahu yushollu ‘alannabiyyi Ya ayyuhalladzhina amanu shollu ‘alaihi wasallimu tasliima.(QS.Al Ahzhab 56)
Artinya: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatnya menyampaikan/mohonkan rahmat atas Nabi wahai orang orang yang mereka beriman mohonkan rahmat atasnya dan mohonkan kesejahteraan penghormatan (QS.Al Ahzab 56)
2.  Untuk mendapatkan kelmuliaan dari Allah swt.Dan untuk mendapatkan syafaat  dari Rasulullah saw.
3.  Untuk mendapatkan kecintaan dari sesama manusia,kecintaan dari Rasulullah saw. Dan kecintaan dari Allah swt
4.  Untuk mendekatkan diri ke hadirat Allah swt
5.  Untuk  memperoleh kesempurnaan hidup dan keselamatan.
Aneka macam bacaan shalawat dan khasiatnya adalah merupakan bentuk-bentuk ajaran dan tuntunan bacaan shalawat yang bersumber dari Rasulullah saw, para ulama dan waliyullah yang memiliki kesamaan dan perbedaan manfaat yang sebesar-besarnya untuk memperoleh satu tujuan, yaitu mendapatkan keridhaan atau kemuliaan dari Allah swt. Dan syafaat dari Rasulullah saw. Dengan aneka shalawat tersebut kita bebas untuk mengamalkanya menurut selera dan kemampuan kita masing-masing.

Wow Al-Jazirah Group Menggebrak Karangpenang

Kembali Group Nasyid Al-Jazirah membumikan sholawat bersama masyarakat Karangpenang Onjur dalam rangka walimatul 'ursy sekaligus malam peringatan isro' mi'roj Baginda Nabi Muhammad saw. di halaman Masjid Amin Su'ad Tanudung, Malam Rabu seminggu yang lalu tampil di Masjid Nurul Huda Sumber Tanggulun Karangpenang Onjur.

Tampil dengan kekuatan penuh, semua personel tampil dengan apik membuat hati pemirsa mengharu biru dalam lantunan sholawat kepada Baginda Nabi saw. sungguh hati terasa disentak-sentak dan perasaan kebersamaan dengan Rosulullah saw. terasa hadir dalam acara tersebut. Al-Jazirah Group tampil pagi hingga malam hari, di pagi hari melantunkan sholawat sebagai tanda syukur bahagia atas pernikahan Saudara Mustaqim Bangkalan dengan Dewi Sara Tanudung, dan Malam harinya tampil mendahului para juru dakwah yang akan tampil yakni Ust. H. Nashiruddin, KH. Fauzan Zaini Karang Durin, KH. Khoirul Mufid Tamberu.

Semoga semakin khusyu' dan barokah, semoga seluruh permukaan bumi ini dipenuhi dengan keberkahan dan rahmat dari Alloh swt. berkat lantunan sholawat nabi. terima kasih.

Sabtu, 16 Mei 2015

Anggota DPR Masuk Surga?

Hasil gambar untuk gambar kartun anggota dpr
Udin masuk surga dengan amal ibadah yang pas-pasan. Untunglah dosanya sedikit, jadi dia tidak perlu dihangatkan dulu di neraka.
Suatu hari ketika berjalan-jalan di tepi sungai di surga, ia terkejut melihat seorang anggota DPR yang wajahnya sering ia lihat di tv, koran dan majalah karena tersangkut kasus korupsi.

“Hm, kog dia bisa masuk surga ya? Apa mungkin dia hanya dizalimi, dituduh korupsi ya?” batin Udin.
Karena penasaran, Udin bertanya pada pos malaikat terdekat.

“Oh, orang itu? Dia emang wakil rakyat negeri kalian yang korup,” kata si malaikat.
“Kog bisa masuk surga? Apa korupsi itu halal?” tanya Udin penasaran.
“Dia lagi studi banding aja kog. Besok juga udah balik lagi ke neraka.”

Ciri dan Sifat sang Idola = Nabi SAW.

Beliau tidak terlalu tinggi dan tidak pula pendek [2], tidak terlalu putih dan tidak pula coklat [3], rambutnya ti­dak keriting dan tidak pula lurus [4], saat meninggal tidak ada di kepalanya lebih dari dua puluh uban. Tubuhnya bagus, jarak antara kedua pundaknya jauh, memiliki rambut hingga kedua pundaknya: pada suatu waktu hingga dua daun telinganya, dan suatu waktu hingga separuh telinganya. Jenggotnya tebal, jari-jari tangannya besar[5], kepalanya besar, dan dua tulang persendiannya besar.
Wajahnya bulat, matanya sangat hitam, bulu matanya panjang, Ujung matanya merah, berbulu lembut dari dada hingga pusar.

Jika berjalan, beliau berjalan dengan kuat. Wajah­nya berbinar-binar laksana bulan purnama, seakan-akan wajahnya adalah bulan. Suaranya merdu, pipinya lunak, mulutnya lebar [6], perut dan dadanya sejajar.
Kedua pundak, kedua hasta dan bagian atas dada ber­bulu, pergelangan tangannya panjang, telapak tangannya lebar, lubang kedua matanya panjang, kedua tumitnya memiliki sedikit daging, di antara kedua pundaknya ter­dapat tanda kenabian seperti kancing rumah pengantin, atau seperti telur merpati.[7]
Jika berjalan, seakan-akan tanah bumi dilipat un­tuknya. Saat menyusulnya, mereka mendapatinya tidak menaruh perhatian. Beliau mengurai rambut kepalanya (pada keningnya), lalu memisahnya menjadi dua bagian.[8] Beliau menyisir rambutnya, menyisir jenggotnya, dan bercelak dengan celak itsmid setiap malam, pada tiap-tiap mata tiga sapuan saat tidur.

Pakaian yang paling beliau sukai adalah gamis, ber­warna putih, dan hibarah, yaitu sejenis kain tebal ber­warna kemerah-merahan. Lengan baju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamhingga pergelangan.[9]
Pada satu waktu, beliau memakai pakaian merah, sarung dan selendang. Pada waktu yang lain, beliau memakai dua pakaian (hijau). Pada waktu yang lain, beliau memakai jubah yang sempit lengan tangannya. Pada waktu yang lain, beliau memakai peci. Pada waktu yang lain, beliau memakai serban hitam dan mengulur­kan kedua ujungnya di antara kedua pundaknya. Pada waktu yang lain, memakai pakaian hitam terbuat dari bulu, yakni kisa’. Beliau memakai cincin[10], sepatu dan sandal.

Kisah Nyata : Niat Baik di Balas Kebaikan

Hasil gambar untuk gambar kartun lelaki tua bersama seorang putri 
Kehidupan ini memang berliku dan beragam, dikisahkan dari sebuah kisah nyata..
Seorang lelaki tua pada suatu kota di Al-Qassim KSA terhimpit hutang yang tidak sedikit jumlahnya kepada seorang pedagang kaya yang juga sudah berumur..

Pedagang kaya tersebut sudah beberapa kali meminta kepada lelaki tua tersebut untuk mengembalikan hutangnya karena memang sudah melebihi jatuh tempo dan sudah ditangguhkan beberapa kali agar mengembalikan hutangnya akan tetapi ia tidak juga dapat mengembalikannya..

Jatuhlah pada pilihan yang di berikan oleh si pedagang kaya.. Kalau tidak membayar hutangnya maka ia harus masuk penjara.. Dan ternyata pedagang tadi tahu juga bahwa lelaki tua tadi memiliki dua orang putri, yang pertama berumur 20 tahun dan yang kedua berumur kurang lebih 17 tahun..
Sehingga ia memberikan pilihan ketiga yaitu kalau ia mau menikahkan salah satu putrinya dengannya maka hutang di anggap lunas dan terbebas dari jeruji penjara.. Maka lelaki tua itu pun terdiam beberapa waktu… lalu ia pun mengatakan saya harus bertanya kepada mereka terlebih dahulu apakah mereka bersedia ataukah tidak…

Maka setelah lelaki tua tersebut menceritakan hal ihwalnya kepada anak-anaknya maka putri pertamanya pun menolak dengan mengatakan saya tidak bersedia menikah denganya, saya tidak mau menghabiskan hidup saya bersama suami yang sudah berumur…kata putri pertamanya… Maka mendengar hal itu putrinya yang kedua pun menimpali "Saya bersedia menikah dengannya, agar ayah terbebas dari dua kesulitan yakni hutang dan penjara."

Maka setelah ia menyampaikan kepada pedagang kaya tersebut bahwa putri pertamanya tidak bersedia menikah dengannya, akan tetapi putri keduanya yang bersedia… Maka pedagang itu mengatakan.. itu lebih bagus… kalau begitu kamu telah bebas dari hutangmu katanya… Maka akhirnya pun telah sepakat waktu dan tempatnya untuk menikah yaitu pada malam Jum’at… Diantara kebiasaan sebagian orang Arab, bahwa orang yang menikah setelah aqad nikah tidak langsung tinggal satu kamar atau satu rumah bersama istri barunya….

Demikian pula dengan pedagang yang sudah berumur ini.. ia tidak langsung tidur bersama dan berhubungan suami istri dengan istri barunya tersebut…. Dan ia mengatakan kepada mertuanya bahwa ia akan pergi ke luar negeri (dalam kisah disebutkan pergi ke Jerman) untuk suatu urusan dagangnya… dan ia menjanjikan setelah satu pekan ia akan pulang dan akan berkumpul dengan istrinya..

Akan tetapi qudratulloh terjadi, (Allah mentaqdirkan) bahwa pedagang tersebut sakit dan akhirnya ia meninggal dunia di luar negeri… Akhirnya pun istri yang di tinggalkan yang belum digauli tersebut mewarisi hartanya yang melimpah… Sehingga ia pun mendapatkan dua kebaikan sekaligus.. ayahnya terbebas dari hutang dan penjara, dirinya pun mendapatkan harta warisan jutaan real dari harta peninggalan suaminya tersebut…

Dan penyesalan yang dialami oleh putri pertamanya dengan mengatakan… wah kenapa saya dulu menolak menikah dengannya…? Niat yang tulus akan di balas dengan kebaikan yang berlipat ganda…

Jumat, 15 Mei 2015

Kebingungan Santri Menghadapi Gurunya

Hasil gambar untuk gambar kartun santri bingung 
Suatu hari Nabi Musa menjadi khatib di hadapan bani Israil, lalu ia ditanya, “Siapakah orang yang paling alim?” Nabi Musa menjawab, “Saya.”
Kemudian Allah swt. mencela Nabi Musa karena dia belum memberikan ilmu kepadanya. Allah lalu mewahyukan kepada Nabi Musa, Aku memiliki seorang hamba yang tinggal di pertemuan dua laut. Dia lebih alim danpada kamu.”

Berangkatlah Nabi Musa dengan saudaranya, Yusya’ bin Nuun. Ketika keduanya sampai di sebuah batu besar, mereka melihat seseorang yang sedang merapikan pakaiannya. Nabi Musa mengucapkan salam kepadanya dengan ucapannya, “Aku datang kepada engkau, dengan harapan engkau sudi mengajariku apa-apa yang telah diajarkan kepada engkau berupa ilmu yang benar.”

Nabi Khidir menetapkan syarat kepada Nabi Musa agar tidak bertanya tentang apa pun hingga Nabi Khidir sendiri yang akan menjelaskannya. Berlalu sebuah bahtera dan mereka menumpang padanya. kemudian ditengah perjalanan Nabi Khidir mencopot sebuah papan dan menyebabkan kapal tenggelam, Nabi Musa tidak setuju. Nabi Khidir lalu mengingatkan Nabi Musa akan janjinya, Nabi Musa pun meminta maaf. Keduanya lalu keluar dari bahtera. Nabi Khidir melihat seorang anak yang sedang bermain bersama anak-anak sebayanya yang lain, kemudian tanpa ada sebab yang jelas Nabi Khidir membunuhnya. Nabi Musa menentang apa yang dilakukan Nabi Khidir dengan lebih keras daripada penolakannya pada kejadian yang pertama, maka Nabi Khidir mengingatkan Nabi Musa akan janjinya. Nabi Musa pun terdiam dengan menahan kesedihannya. Nabi Musa berjanji bahwa dirinya bersedia —jika bertanya yang ketiga kalinya— mengakhiri kebersamaannya (berpisah dan tidak dapat melanjutkan tarbiyah rohaninya) dengan Nabi Khidir.
Mereka masuk ke suatu kampung. Mereka meminta makanan kepada penduduk kampung itu, namun mereka menolak mentah-mentah keduanya. Nabi Khidir melihat dinding yang miring, ia pun memperbaikinya. Musa berkata kepadanya, “Tidakkah engkau meminta upah perbaikan dinding ini kepada mereka?” Nabi Khidir menjawab, “Sekarang habislah masa kebersamaan kita (kita harus berpisah).”

Nabi Khidir lalu menjelaskan semua kejadian yang mengundang keheranan Nabi Musa. Ia mencopot papan sebuah kapal agar kapal milik nelayan yang profesinya melaut itu tidak dirampas oleh seorang raja yang zhalim yang telah menunggu mereka didepannya (tapi dengan karamnya kapal itu maka selamatlah dari perampasan raja). Anak yang ia bunuh adalah anak yang dikemudian hari akan menjadi orang kafir, sedangkan kedua orang tuanya adalah orang mukmin (dengan dibunuh sebelum baligh, mudah-mudahan Alloh menggantinya dengan anak yang sholeh). Nabi Khidir khawatir jika kecintaan keduanya kepada anaknya akan membawa keduanya kepada agama anaknya. Adapun tembok yang miring, di bawahnya terdapat harta karun berupa emas milik dua orang anak yatim. Allah hendak menjaga dan memelihara harta itu hingga keduanya menjadi dewasa.

Beginilah ketidak berdayaan santri terhadap metode pembelajaran yang diproses oleh guru, kadang santri salah faham dengan apa yang diputuskan oleh guru, padahal semua keputusan guru itu baik baginya sedangkan ia tidak mampu melihat dengan mata hatinya, santri hanya menggunakan indra penglihatan kasar sedangkan guru menyuguhkan materi berorientasi pada bashiroh (melihat dengan mata bathin), intinya semua keputusan guru itu tidak ada yang salah, kenyataannya semua proses yang dijalankan oleh sang guru hanya untuk kebaikan dan keselamatan santri dan masyarakat disekitarnya. semoga kita diberi kefahaman oleh ALLOH SWT.

Kamis, 14 Mei 2015

Aku ingin jadi seperti Sahabat Nabi!

Di salah satu sekolah, seorang guru bertanya kepada para muridnya yang masih belia tentang cita-cita mereka kelak ketika sudah dewasa.
Semua murid menjawab pertanyaan sang guru:
“Dokter”
“Pilot”
“Polisi”
Hasil gambar untuk gambar kartun guru dan murid 
Jawaban para murid semuanya seputar profesi tersebut.
Hanya ada satu anak yang jawabannya begitu berbeda. Lain dari yang lain. Para murid yang lain menertawakan jawabannya yang terdengar aneh.
Apakah anda mengetahui cita-cita anak tersebut?
Marilah mendengar jawaban dari lisannya yang begitu sederhana:
“Aku pribadi begitu ingin menjadi sahabat (sahabat nabi -ed)”
Begitu kaget sang guru mendengar jawaban ini sambil menuturkan:
“Sahabat? (Bukan itu yang kumaksud)”
Murid itu pun menjawab dengan begitu polosnya:
“Mama setiap hari, sebelum aku bobo, mengisahkan aku kisah-kisah gemilang para sahabat. Mereka itu mencintai Allah (dan Allah pun mencintai mereka). Demikian pula yang diajarkan papa.”
Sang guru pun terdiam.
Di balik cita-cita anak tersebut terdapat sosok ayah dan bunda yang hati dan jiwanya berlapis dahsyatnya iman maka jadilah cita-cita yang mereka damba adalah cita-cita yang melesat jauh meninggalkan hinanya dunia.
Sang ibu adalah wanita yang jiwanya jelita dengan ilmu syar’i hingga jadilah ia pelopor perkembangan sang anak. Ia ajarkan anaknya untuk mencintai para sahabat nabi yang merupakan salah satu pondasi aqidah ahlussunnah wal jama’ah.
Inilah warisan para salaf. Mereka saling mewariskan cinta yang menyurga, mencintai sosok yang dijamin surga oleh Allah. Para salaf mengajarkan anak-anak mereka mencintai Abu Bakr, Umar, ‘Ali, Usman dan lainnya sebagaimana mereka mengajarkan anak-anak mereka al-Qur-an.
Imam malik bertutur:
كان السلف يعلمون أولادهم حب أبي بكر و عمر كما يعلمون السورة من القرآن
“Dahulu para salaf mengajarkan anak-anak mereka mencintai Abu Bakr dan Umar sebagaimana mengajarkan surat dalam Al-Qur-an.” (Syarah Ushul I’tiqad Ahlussunnah, Juz 7 hal. 1240)
Kedua orang tua tadi begitu paham bahwa mereka adalah pemegang kekuasaan di rumah sehingga mampu mengambil keputusan tentang hal terbaik yang akan diberikan untuk anaknya.
Dan ini sebagai tanggung jawab terhadap pendidikan akidah di surga mini mereka. Mereka berhasil menularkan akidah cinta yang terarah bahwa para sahabat Nabi adalah sosok yang wajib dicintai.
“Sungguh, aku ingin menjadi sahabat Nabi, bukan Drupadi.”